Menu

Holat dan Toge Penyabungan Disertifikatkan Masuk WBTB

MetroTabagsel.com, KISARAN – Tari Gubang, kesenian lokal asal Kabupaten Asahan bersama bersama empat budaya lokal lain di Sumut yakni, holat, toge panyambungan, babae, dan genderang sisibah, kini disertifikatkan masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda Nasional (WBTB). Sertifikasi tersebut ditetapkan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI  Muhadjir Effendy yang diserahkan kepada Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung di Gedung Kesenian Jakarta beberapa hari lalu.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Asahan Rahmad Hidayat Siregar kepada wartawan membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, tari Gubang asal Kabupaten Asahan telah diwariskan menjadi budaya tak benda nasional Indonesia bersama empat budaya lokal lain di Sumut yakni, holat, toge panyambungan, babae, dan genderang sisibah.

“Informasi yang kami terima demikian. Tarian Gubang dari Kabupaten Asahan kini telah mendapatkan sertifikasi dari Kementrian dan Kebudayaan RI di Jakarta beberapa waktu lalu,” kata Hidayat saat dikonfirmasi wartawan, Senin (9/10).

Pemberian sertifikasi terhadap tari gubang sebagai salah satu kesenian asli asal Kabupaten Asahan ini kata Hidayat kembali merupakan kerja keras dari Pemerintah Kabupaten Asahan dan pihak terkait dalam melakukan inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan, penyelamatan, dan publikasi objek budaya di tanah rambate rata raya.

“Dengan ditetapkannya tari gubang sebagai kesenian lokal dari Kabupaten Asahan yang memiliki sertifikat WBTB kedepan, Pemkab Asahan akan terus melakukan inventarisasi terhadap cagar budaya asli daerah lainnya,” kata Hidayat.

Sebelumnya, penyerahan sertifikat Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2017 itu dilakukan di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (4/10) malam. Penetapan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk perlindungan warisan budaya tak benda yang ada di wilayah negara kesatuan RI.

WBTB asal Sumut yang ditetapkan yaitu “holat” merupakan hidangan komplet khas Padang Bolak yang terasa kelat (holat) dengan bahan potongan pakkat atau tunas rotan dan bumbu dari kulit dalam tanaman balakka.  Sedangkan “toge panyabungan” adalah penganan khas Kota Panyabungan yang berasa manis dan kerap muncul pada bulan Ramadhan.

Sementara “genderang sisibah” adalah seperangkat alat musik yang terdiri dari sembilan buah (sibah) yang dimainkan oleh delapan hingga sembilan pemusik.”Babae” adalah makanan khas Nias Selatan yang terbuat dari kacang kedelai atau kacang hijau. Sedangkan Tari Gubang merupakan tarian tradisional masyarakat Melayu Asahan.

Sementara itu, secara terpisah Ismail Panjaitan salah seorang tokoh masyarakat Melayu Asahan memberikan apresiasi terhadap  Kabupaten Asahan yang telah berkomitmen menjaga warisan budaya yang ada.

“Tarian Gubang yang ditetapkan telah memiliki sertifikat WBTB merupakan bukti komitmen dari Pemkab Asahan dalam hal berupaya menjaga warisan budayanya,” ujar Ismail.

Iapun mengatakan,  melalui pemberian sertifikat WBTB akan memacu dan menginspirasi seluruh pihak yang terlibat untuk memelihara, mengembangkan, dan memromosikan kekayaan budaya khususnya yang ada di Kabupaten Asahan yang jumlahnya sangat banyak.

“Mari bersama kita  menggali kembali khasanah budaya kita khususnya yang menjadi ciri Kabupaten Asahan yang mungkin sudah terpendam untuk diangkat dan diagungkan kembali sebagai warisan yang tak ternilai harganya sebagai salah satu bagian dari budaya Indonesia,”ujarnya. (Per/syaf)

  • Linkedin