Menu

Bah! Bendera Sobek Berkibar Di Kantor Lurah Aek Tolang

Bendera Merah Putih sobek di bagian bawah dibiarkan berkibar di depan kantor Kelurahan Aek Tolang.
Dody Irwansyah /MSG
Bendera Merah Putih sobek di bagian bawah dibiarkan berkibar di depan kantor Kelurahan Aek Tolang.

MetroTabagsel.com, TAPTENG – Bendera Merah Putih usang dan sobek dibiarkan berkibar jadi perhatian warga. Parahnya, bendera berkibar di depan Kantor Kelurahan Aek Tolang Jalan Oswald Siahaan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Diketahui, terkait bendera negara diatur di Pasal 35, UU No 24/2009 dan Peraturan Pemerintah No.40/1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia, salah satu disebutkan, setiap orang dilarang mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut dan kusam.

Berbagai komentar negatif pun dilontarkan warga yang melintas dan warga sekitar lokasi. Mereka menilai bahwa para pegawai kelurahan lalai, tidak peduli dan menilai rasa nasionalisme mereka sudah memudar.

“Sepertinya pegawai kelurahan tidak memiliki rasa syukur dan terima kasih kepada bangsa dan negara, sehingga luput merawat dan membanggakan Bendera Merah Putih yang menjadi Bendera Negara Republik Indonesia. Padahal, belum lama ini diperingati Hari lahir Pancasila 1 Juni lalu,” ujar salah seorang warga, Selasa (13/6).

Salah seorang staf Kelurahan Aek Tolang yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan, robeknya bendera tersebut diakibatkan cuaca buruk. Namun, walau sudah mengetahui bendera rusak, pihaknya tidak segera mengganti dengan yang lebih layak.

“Pak Lurah lagi keluar. Kalau mengenai bendera, itu akibat angin yang sangat kencang. Bendera baru sedang kita jahit,” jawabnya singkat.

Namun pernyataan dari staf kelurahan dibantah warga sekitar yang menyatakan bahwa bendera tersebut sudah lama dibiarkan sobek.

“Sudah lama itu, Pak. Mana mungkin karena angin kencang. Sobeknya di ujungnya, mereka (pihak kelurahan) yang tak peduli. Kalau kami warga ini mana berani menegur,” ujar Beny.

Dikatakan, sebagai warga negara, bendera negara seharusnya dihargai, guna menunjukkan jati diri sebagai bangsa merdeka.

“Bendera Merah Putih kan itu bendera negara kita. Seharusnya kalau tidak layak diturunkan saja. Masa sudah lusuh dan robek tapi tetap dipasang. Ini namanya pelecehan,” ujarnya. (di/ara)

  • Linkedin
loading...