Menu

Ingat, THR Paling Lambat Dibayarkan H-7 Lebaran

Ilustrasi

MetroTabagsel.com – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Labuhanbatu Utara (Labura) H Khairul Saleh SE MM mengimbau pengusaha agar membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerja paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran atau H-7 Lebaran.

Kewajiban perusahaan membayar THR, kata Khairul Saleh diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

“THR wajib diberikan sekali dalam setahun, paling lambat tujuh hari hari sebelum Hari Raya Keagamaan. Karena kewajiban pengusaha memberikan THR kepada pekerja dan menjadi hak pekerja,” ujarnya H Khairul Saleh, Senin (12/6).

Disebutkannya berdasarkan Permenaker tersebut, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih berhak mendapatkan THR sebesar 1 (satu) bulan upah dan pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan, diberikan secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan: masa kerja : 12 x 1 (satu) bulan upah

Ia juga menghimbau pekerja untuk melaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Labura apabila pengusaha belum membayarkan THR untuk segera ditindaklanjuti. Sebab di dalam Permenaker disebutkan sanksi bagi para pengusaha yang tidak membayarkan THR kepada pekerja/buruh.

“Perusahaan yang tidak membayarkan THR pekerjanya akan dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis dan pembatasan kegiatan usaha. Sedangkan perusahaan yang terlambat membayarkan THR, dikenakan denda sebesar 5  persen dari total THR sejak berakhirnya batas waktu kewajiban untuk membayar. Dan denda tersebut tidak kemudian menghilangkan kewajiban perusahaan membayar THR,” tandasnya.  (cad/rah)

  • Linkedin