Menu

Perkara Pengrusakan Tanaman… MA Batalkan Putusan PN Psp

  • Linkedin
Ilustrasi tanah

MetroTabagsel.com, SIDIMPUAN – Mahkamah Agung membatalkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Medan dan Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan kepada tiga terdakwa warga Hutanopan, Halongonan, Paluta, yang menjadi terdakwa atas perkara pengrusakan tanaman.

Kuasa hukum para terdakwa, Marwan Rangkuti mengatakan bahwa pihaknya merasa bersyukur atas putusan Mahkamah Agung lewat majelis hakim agung yang diketuai Andi Abu Ayyub dan anggota Margono serta Wahidin yang telah mengambil putusan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Medan No.272/Pid/2017/PT.Mdn per tanggal 19 Juni 2017 dan juga Putusan PN Padangsidimpuan No.752/Pid.B/2016/PN.Psp per tanggal 22 Pebruari 2017 lalu.

“Lewat putusan PT dan PN itu sebelumnya telah menyatakan para terdakwa Siti Jumro Harahap, Lanna Sari Silitonga dan Aspan Risdianto Harahap warga Halongonan, Paluta, terbukti bersalah atas tuduhan Mahmud Effendi Harahap yang juga warga yang sama dengan ketiga terdakwa,” ucapnya menyebut ketiga kliennya, Kamis (18/1).

Namun, terang Marwan, berdasarkan pertimbangan Hakim Agung, ternyata apa yang dituduhkan Mahmud Effendi Harahap terhadap ketiga kliennya yang telah merusak tanaman karet milik Mahmud adalah tidak benar.

“Karena fakta hukumnya, ketiga terdakwa tidak terbukti atas tuduhan itu. Bahkan menurut hakim agung, putusan banding (PT Medan) maupun tingkat pertama itu (PN Padangsidimpuan) keliru dan harus dibatalkan menurut hukum,” ujar pengacara kondang ini.

Sebelumnya, ujar Marwan, ketiga terdakwa (kliennya) telah divonis bersalah dan dihukum penjara selama 2,5 bulan oleh putusan PN Padangsidimpuan No.752/Pid.B/2016/PN.Psp tanggal 22 Februari 2017. Dan kemudian atas putusan itu Pengadilan Tinggi Medan menguatkan putusan PN Padangsidimpuan.

“Namun hakim agung menyatakan ketiga terdakwa tidak bersalah dan memerintahkan jaksa untuk merehabilitasi nama baik ketiga terdakwa seperti keadaan semula,” jelasnya.

Nama baik ketiga kliennya, menurut hakim agung, harus direhabilitasi sebagaimana perintah Mahkamah Agung dalam putusannya.

“Dan terhadap pelapor yang telah memidanakan ketiga klien saya, kami akan mengajukan tuntutan hukum atas ditemukannya keterangan palsu di bawah sumpah saat memberikan keterangan di depan persidangan tempo lalu,” sebut Marwan didampingi ketiga kliennya.

Sementara, ketiga terdakwa mengaku bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada hakim agung yang membatalkan semua putusan sebelumnya.

“Alhamdulilah, ternyata terhadap tuduhan yang diajukan Mahmud Effendi Harahap maupun saksi-saksinya dalam perkara ini, akhirnya mendapat kepastian dan juga kebahagiaan karena kami telah dibebaskan Mahkamah Agung. Itu karena kami tidak bersalah. Dan kami juga akan melaporkan Mahmud Effendi Harahap maupun saksi-saksinya yang telah memfitnah kami di depan persidangan,” ungkap ketiganya terharu. (yza/hez)

  • Linkedin
Loading...