Menu

Diduga Tenggak Air Emas, Penjual Tuak Tewas

  • Linkedin
Samman Siahaan
Jasad korban saat disemayamkan di rumah duka, Rabu (17/1) di Jalan Ismail Harahap, Lingkungan IV, Losung, Psp Selatan.

MetroTabagsel.com, SIDIMPUAN – Diduga menenggak air emas atau senyawa kimia, Boni Fansius Pasaribu (53), tewas Rabu (17/1) dini hari.

Boni Fansius diketahui seharinya berjualan tuak di laponya yang berada di Jalan Ismail Harahap, tepatnya di depan pemakaman Kampung Losung. Menurut istrinya, Br Pangaribuan, suaminya meninggal bukan karena menenggak air emas, melainkan karena banyak meminum tuak.

“Polisi juga sudah datang ke sini. Dari rumah sakit juga. Bukan (karena air emas). Yang sakitnya perutnya, karena memang dia peminum,” kata perempuan setegah baya itu.

Boni diketahui meninggalkan tiga anak, dan selama ini kata sang istri, tidak memiliki masalah baik kepada masyarakat maupun dalam keluarga. Saat ini, jasad Boni disemayamkan di rumah duka. Dan, menunggu musyawarah bersama perangkat warga lainnya terkait dalam prosesi pemamakan.

Dalam catatan IGD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Psp diketahui Boni Fansius, warga Kampung Toba, berusia 53 tahun meninggal karena meminum air emas (racun). Dan sudah dalam keadaan meninggal ketika memasuki ruangan pimpinan dr Sri Wahyuni itu.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Padangsidimpuan tatkala dihubungi melalui telepon selular, tidak memberi tanggapan.“Kasat Reskrim sedang sakit,” tanggap seorang perempuan dari balik sambungan telepon selular. (san)

  • Linkedin
Loading...