Menu

KPU Mulai Bahas Penataan Dapil dan Alokasi Kursi Pemilu

Ketua KPU Kota Padangsidimpuan Dr Arbanur Rasyid MA memaparkan materi pada saat kegiatan Rapat Kerja dalam rangka Penyusunan Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Pemilu Anggota DPRD tahun 2019, di Aula Hotel Sitamiang, Selasa (5/12).

METRO TABAGSEL.COM, SIDIMPUAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangsidimpuan menggelar Rapat Kerja (raker) Penyusunan Penataan Daerah Pemilihan (dapil) dan Alokasi Kursi Pemilu Anggota DPRD tahun 2019 di Aula Hotel Sitamiang, Selasa (5/12) lalu.

Raker tersebut dihadiri Camat se Kota Padangsidimpuan, Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Insan Pers yang bertugas di wilayah Padangsidimpuan. Dan dibuka langsung oleh Ketua KPU Kota Padangsidimpuan DR Arbanur Rasyid MA (Divisi Teknis) didampingi Komisoner KPU lainnya, Muktar Helmi Nasution SPd I MPd (Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat), Ahmad Rasid Nasution SPd (Divisi Perencanaan dan Data), Drs Hatimbulan Siregar (Divisi Hukum), Hotma Rido Ranto Siregar SAg MSi (Divisi Keuangan dan Logistik).

Divisi Perencanaan dan Data, Ahmad Rasid Nasution SPd memaparkan tentang penyusunan data pemilih pada Pemilihan 2018.

Dasarnya sesuai Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang Peraturan Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-undang.

Selain itu, PKPU nomor 2 tahun 2017 tentang Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota serta Keputusan KPU RI nomor 165/HK.03.1/Kpt/03/KPU/IX/2017 tentang Jumlah Kabupaten//Kota dan Kecamatan serta Jumlah Penduduk setiap Kabupaten/Kota di setiap provinsi dan aturan lainnya.

“Dalam penyusunan daftar pemilih, pemerintah harus menyediakan data kependudukan dalam bentuk DAK2 (Data Agregat Kependudukan per Kecamatan), DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) dan Data WNI yang bertempat tinggal di luar negeri sebagai bahan data pembanding bagi KPU dalam penyusunan daftar pemilih,” paparnya.

  • Linkedin