Menu

Paska Satu Warga Psp Dibawa Tim Densus 88 AT! “Saya Bingung, Cucuku Terus Manggil-manggil Ayahnya”

teroris
Ilustrasi penangkapan teroris

MetroTabagsel.com- “Saya sebagai orangtua juga bingung mau mengadu kemana, bagaimana nasib anak saya. Dan yang paling membuat saya semakin sedih, cucu (anak terduga,red) saya setiap hari terus memanggil ayahnya,” kata Samsul Bahri, orangtua SAT yang dibawa sejumlah petugas dari Densus 88 dan Poldasu sedih, saat ditemui Minggu (12/11).

Pertemuan dengan Samsul mulanya tanpa sengaja. Pria yang berprofesi sebagai guru ini tampak keluar dari mulut gang menuju rumahnya dan mau ke lopo (kedai kopi) setempat di Kampung Teleng, Kelurahan Wek III, Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan.

Japari, Kepala Lingkungan I yang berinisiatif untuk mempertemukan wartawan dengan Samsul. Ia khawatir berkomentar terlalu banyak soal penangkapan salah seorang warganya yang dilakukan sejumlah petugas dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror dan Polda Sumut menjelang petang pada Selasa 7 November 2017 lalu.

“Saya takut komentar dan menjelaskannya. Soalnya saya baru dipanggil saat mereka (petugas) mau memeriksa rumah bapak ini,” ungkap Japari yang mengajak Samsul untuk duduk dan bercerita.

Kata Japari, SAT dibawa sekitar 10 orang petugas tanpa seragam yang mengaku dari pusat (Jakarta). Ia dilibatkan ketika petugas memintanya untuk menyaksikan penggeledahan di dalam rumah SAT.

“Saya yang menyaksikan saat digeledah petugas, yang dibawa hanya handphone dan sejumlah kartu (sim card). Jadi tidak ada yang lainnya, seperti laptop atau benda-benda yang dicari. Jadi hanya handphone dan kartu saja,” tegasnya.

Saat penggeledahan, ia ditunjukkan oleh salah seorang petugas sebuah gambar senjata, dan itu yang dicari. Namun kenyataannya, apa yang dicari petugas seperti kasus teror kebanyakan sama sekali tidak ada ditemukan.

“Dan saat saya ke rumah si F (panggilan SAT), dia sudah dibawa dan saya juga tidak tahu. Yang pasti, apa yang dicari petugas, katanya ada senjata, rompi dan benda-benda berbahaya lainnya sama sekali tidak ada ditemukan,” sebutnya dan sebelumnya sempat mencurigai keberadaan Tim Densus 88 yang melakukan penyelidikan di lingkungannya.

  • Linkedin