Menu

Banyak Bangunan ADD Tidak Sesuai Plt Kades Dituding Tidak Transparan

. Bangunan jembatan rabat beton yang ditunjukkan warga di Desa Purwodadi, Psp Batunadua
. Bangunan jembatan rabat beton yang ditunjukkan warga di Desa Purwodadi, Psp Batunadua

MetroTabagsel.com-Pembangunan dan program dari Anggaran Dana Desa tahun 2016 dan 2017 di Desa Purwodadi, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, banyak yang tidak sesuai. Hal itu menjadi tudingan warga akan kecurangan Pelaksana Tugas Kepala Desa setempat dengan proses penentuan bangunan yang tidak transparan.

Tokoh Masyarakat Purwodadi bersama puluhan masyarakat lainnya, H Hasyim Tanjung kepada Metro Tabagsel, Kamis (19/10) menerangkan, beberapa bangunan yang bersumber dari ADD tidak sesuai dengan besaran anggaran dibanding pada kualitas bangunan, serta manfaat kepada masyarakat.

“Banyak bangunan dari ADD itu tidak transparan dan yang tidak disepakati dari masyarakat. Pembangunannya banyak pada irigasi. Ini kami duga penggelembungan dana karena kepatutan bangunannya tidak sesuai dan apa yang diusul warga,” ungkapnya menyebut Plt Kepala Desa ini juga tidak terbuka pada masyarakat setempat.

Hasyim menunjukkan bangunan jembatan plat beton yang menelan anggaran Rp78.461.900 dengan kualitas yang dinilai tidak sepadan. Pun demikian meski volume pada papan informasi memiliki panjang 13 x 1 Meter, namun di lapangan, hal itu tidak sesuai.

“Tidak pernah diajak warga untuk menyepakati bangunannya, sementara bangunan plat beton hanya menggunakan satu lapis rangka besi untuk penahannya. Yang kami hiraukan ini nanti jadi sia-sia. Ada pun pendamping desa di sini, kami tidak pernah lihat dan kenal sama sekali,” katanya dibenarkan masyarakat lainnya.

Selain Sekdes sekaligus Plt Kades itu, ada Ketua BPD bersama Kaur di Desa yang dinilai bersekongkol dalam penggelumbungan dana ADD melalui pengerjaan bangunan yang tidak sesuai dengan penganggarannya serta kegiatan-kegiatan yang tidak dirasakan manfaatnya.

Selain jembatan rabat beton, ada juga pembangunan saluran irigasi di Dusun III sepanjang 165 meter, tidak dijelaskan ukuran lebarnya pada papan informasi. Pada bangunan ini, dana yang digelontorkan sebesar Rp121.161.300. Namun kemudian di lapangan, kualitas bangunan ini tidak sesuai dengan anggaran yang digunakan.

“Kami hanya meminta kepada pihak berwajib dan pemerintah kota untuk memeriksa dana 2016 dan 2017 itu. Karena selama ini, pemerintah desa ini tidak terbuka tentang penggunaan dana desa. Pekerjaan yang terlaksana dari 2016/2017 harus diterangkan,” tegas Hasyim.

Plt Kepala Desa Purwodadi, Amrin menerangkan  semua bangunan yang dikerjakan sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya dan itu menjadi acuan melaksanakan kegiatan itu.

“Sebetulnya begini, pada penyusunan perencanaan pembangunan desa inikan kita musyawarahkan per lingkungan per dusun. Jadi kan masing-masing yang mewakili dusun menyampaikan aspirasinya masing-masing, dilaksanakan di dusun masing-masing.

Selanjutnya masuk anggaran ke rekening desa. Kita musyawarahkan kembali, kita sampaikan apa-apa yang kan dibangun kita sampaikan nominal dan volumenya,” bantahnya dengan tudingan warga.

Pada ADD tahun ini yang bernilai di atas Rp800 juta, Armin menyebut, pembagiannya juga sudah sesuai, yakni 70 persen untuk fisik, selebihnya untuk pemberdayaan masyarakat.

“Nilai pastinya tidak saya ingat, berkisar Rp800-an juta. Untuk pembagiannya, penggunaan pada fisik digunakan sebesar 70 persen dari ADD dan 30 persen untuk kegiatan, termasuk pemberdayaan masyarakat, dan honor-honor kadus. Bagaimana lah orang banyak. Begitulah menurut hemat kita, sesuai prosedur. Dan dihadirkan dalam penyusunan itu bahkan Polmas sebagai pihak keamanan. Termasuk pendamping desa. Daftar hadir pun ada,” jelasnya. (san/mtabag)

 

  • Linkedin