Menu

Aniaya Warga, Camat Sihapas Barumun Dipolisikan

16022016-031-pukul

MetroTabagsel.com- Jumadi Harahap, warga Sihapas Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengaku menjadi korban penganiayaan oknum camat setempat. Kejadian yang terjadi pada Agustus 2017 lalu ini, sudah dilaporkan dan ditangani pihak Polres Tapanuli Selatan.

Kepada wartawan, Jumadi menceritakan, penganiayaan yang dialaminya itu bermula saat ia menyaksikan peringatan HUT RI ke-72 yang dipusatkan Pemkab Palas di Pekan Padang Hasihor Lombang, Kecamatan Sihapas Barumun. Saat itu, kegiatan pesta kemerdekaan diisi dengan berbagai hiburan rakyat, salah satunya penampilan tari-tarian yang dibawakan anak-anak usia sekolah.

Dan kebetulan, kata Jumadi, salah seorang keponakannya mengikuti dan tampil menjadi salah satu penari. Dan ia pun mengabadikannya lewat kamera handphone miliknya. Tiba-tiba, salah seorang penonton yang diketahui oknum camat setempat merasa terhalang dan langsung turun dari pentas menjumpainya. Saat itu juga, oknum camat mencekik dan menganiayanya, sehingga menyebabkan keributan.

“Leher saya dicekik dan dipelintir, kepala dipukul dan bagian wajah saya juga dipukul,” ungkap mahasiswa Stok Bina Guna Medan ini dan menyebut nama oknum Camat Sihapas Barumun baru-baru ini.

Tak hanya itu, Jumadi juga mengaku dimaki dengan kata-kata kasar sehingga membuat suasana perayaan peringatan HUT RI tidak kondusif. Dan pengunjung yang melihat kejadian itu kemudian melerai dan memisahnya.

kejadian itu, mulanya tidak dipermasalahkan Jumadi dan keluarganya, namun karena tidak ada ittikad baik dari oknum camat, mereka pun melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat. Dan hingga kini sudah ditangani pihak Kepolisian Tapsel.

“Saat ini kasusnya sudah ditangani Satreskrim Polres Tapsel, dan kami memohon agar masalah ini dapat diselesaikan sesuai hukum yang ada,” tukasnya dan berharap pihak kepolisian menindaklanjuti.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Isma Wansa menerangkan, pihaknya membenarkan adanya laporan itu dan sudah menangani kasus penganiayaan tersebut.

“Sudah kita tindak lanjuti, dan kasusnya penganiayaan,” ungkap Kasat.

Sayangnya, Camat Sihapas Barumun, SH yang sudah berulang kali dicoba untuk dikonfirmasi lewat nomor telepon selulernya tidak menjawab, dan pesan singkat menanyakan kejadian tersebut juga tidak dibalas.

Namun, ketika wartawan mencoba mengkonfirmasi lagi, SH mengaku ada kejadian itu, namun membantah tidak sepenuhnya benar. Bahkan, katanya, sudah ada itikad untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.(yza/tan/mtabag)

  • Linkedin