Menu

Minim Literasi, Perpustakaan Psp Kurang Diminati

Perpustakaan Daerah Kota Padangsidimpuan, yang minim literasi dan ketersediaan buku-buku juga kurang diminati untuk dikunjungi.
Perpustakaan Daerah Kota Padangsidimpuan, yang minim literasi dan ketersediaan buku-buku juga kurang diminati untuk dikunjungi.

MetroTabagsel.com-Sebagai perpustakaan daerah, perpustakaan Kota Padangsidimpuan seharusnya memiliki banyak literasi dan buku-buku yang disediakan. Namun, kondisi tersebut tidak seperti perpustakaan lainnya, minim literasi dan kurang diminati.

“Kalau tentang Sidimpuan, buku yang ada hanya itu. Yang lain tidak ada,” ujar seorang wanita penjaga Perpustakaan dan menyebut judul buku ‘Padangsidimpuan Yang Religius’ saat dikunjungi baru-baru ini.

Ia mengaku, literasi buku-buku di Perpustakaan itu belum maksimal, karena masih dalam tahap pembenahan.

“Ada juga buku soal Sidimpuan yang lain, tapi hanya satu. Itupun tidak dibuat di rak, karena takut rusak atau hilang,” jelasnya dan mengaku buku itu dipegang oleh pegawai di Dinas Perpustakaan.

Ditanya soal kunjungan, dia juga tidak menampik kalau pengunjung yang datang kebanyakan siswa-siswa yang berasal dari sekitar lokasi perpustakaan yang berada di Jalan Sutan Soripada Mulia, Sadabuan. Jumlahnya pun tidak banyak, bahkan terkadang nyaris tidak ada yang datang mengunjungi.

“Kebanyakan anak-anak sekolah disekitar sini, itupun tidak banyak. Maklumlah, namanya juga masih baru,” jelasnya.

Pengakuan petugas, juga senada dengan beberapa pengunjung yang ada. Seperti, salah satu wanita yang mengaku sebagai mahasiswi, ia sengaja datang ke perpustkaan itu untuk mencari buku yang tidak ada di perpustakaan kampusnya. Namun sayangnya, satu pun buku yang berkaitan dengan tugas kuliahnya tidak ditemukannya.

“Saya kira disini lengkap, atau paling tidak ada beberapa buku yang bisa saya jadikan referensi untuk tugas saya. Tapi ternyata, satupun tidak adal,” ujarnya kesal.

Begitu pula dengan pengakuan dua pengunjung pria lainnya, mahasiswa IAIN Padangsidimpuan ini juga menyesalkan soal kelengkapan buku-buku di Perpustakaan Daearah Kota Padangsidimpuan itu.

“Ini kan Perpustakaan daerah, seharusnya bisa mengakomodir buku-buku yang menjadi kebutuhan mahasiswa juga. Tapi sepertinya ketersediaannya juga minim, harusnya lebih baik lagi,” tukasnya dan membandingkan Perpustakaan di Kampusnya lebih baik dari Perpustakaan tersebut.

Sementara, Aktivis Pemerhati Pemerintahan Tabagsel Irham Bakti Pasaribu mengatakan, apa yang menjadi keluhan masyarakat, bisa menjadi masukan bagi pemerintah setempat, khususnya Dinas Perpustakaan untuk dapat memperbaiki kualitas pelayanan. Apalagi, Perpustakaan merupakan sebuah tempat selain ruang belajar untuk menambah ilmu dan wawasan.
“Kita minta pemerintah tegas untuk masalah ini, apalagi ini menyangkut kepentingan dan kebutuhan masyarakat akan informasi dan ilmu pengetahuan. Jadi, Perpustakaan yang ada saat ini harus berbena untuk lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya. (yza/osi)

 

  • Linkedin