Menu

PLN Gratiskan Biaya Peralihan Listrik Prabayar

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroSiantar.com-Sebagai langkah awal mengajak masyarakat pelanggan PLN beralih ke listrik prabayar, PT PLN (Persero) Rayon Padangsidimpuan membuat terobosan baru untuk mensosialisasikan pentingnya menggunakan listrik pintar (Listrik Prabayar).

Sosialisasinya membuat selebaran (Brosur) keuntungan yang diperoleh pelanggan ketika sudah beralih ke listrik prabayar. Kemudian bersosialisasi langsung dengan masyarakat, dan menyebarluaskan informasi melalui media massa betapa pentingnya peralihan listrik prabayar disaat kondisi TDL (Tarif Dasar Listrik) mengalami kenaikan.

“Di wilayah ini (PT PLN Area Padangsidimpuan, red) baru kita yang melaksanakan seperti ini (membuat brosur ajakan untuk beralih ke listrik prabayar). Supaya masyarakat lebih mengerti dan paham keuntungan-keuntungan yang diperoleh ketika sudah beralih ke listrik prabayar,” ujar   Manajer PT PLN (Persero) Rayon Padangsidimpuan Iman Rusman SE didampingi Supervisor Pelayanan Pelanggan Pesta Toman L Batu, ketika diwawancarai Harian Metro Tabagsel, beberapa waktu lalu.

Keuntungan yang dimaksud disini, lanjut Iman Rusman, peralihan ke listrik prabayar tidak dipungut biaya (gratis). Artinya pelanggan hanya cukup mengisi pulsa perdana Rp20 ribu untuk mengaktifkan listrik yang ada di dalam rumah pelanggan.

Selanjutnya, keuntungan dalam pemakaian listrik. Maksudnya pelanggan akan dapat merasakan langsung biaya pemakaian listrik prabayar ketimbang listrik pascabayar. Sehingga pelanggan bisa menghemat atau meringankan beban biaya listrik disaat kondisi TDL sedang naik.

“Kita tidak tau kenaikan TDL. Kenaikan itu banyak faktornya. Nah, untuk mengatasi itu kita tawarkan solusi yang bisa meringankan pelanggan dan menguntungkan secara pembiayaan dan pemakaian listrik bagi pelanggan,” jelasnya.

Contohnya, kata Manejer PLN Rayon Padangsidimpuan, simulasi listrik Pascabayar dengan Prabayar dengan nilai masing-masing Rp100 ribu pembayaran.

“Kita misalkan disini yang Rp100 ribu itu dayanya 900 watt. Untuk Listrik Pascabayar, pembayaran Rp100 ribu akan dikenakan biayaa Abodemen Rp48.672, PPJ (10 persen) Rp10.000 dan Biaya Keterlambatan (jika terlambat, red) Rp3.000 dengan jumlah KWH yang dapat digunakan sebesar 28,34 KWH. Sedangkan Listrik Prabayar, pelanggan akan mendapatkan keuntungan berlipat-lipat, karena tidak ada abodemen, tidak ada biaya keterlambatan, dan hanya membayar PPJ (10 persen) Rp10.000, kemudian mendapatkan jumlah KWH sebesar 66,56 KWH,” terangnya.

Kenapa tidak ada Abodemen dan Biaya Keterlambatan di Listrik Prabayar, menurut Iman Rusman, Listrik Prabayar tidak ada lagi biaya Abodemen karena sudah dialihkan ke jumlah KWH.

“Maksudnya disini, biaya abodemen dihapuskan, dan dialihkan ke jumlah KWH makanya KWH Listrik Prabayar lebih besar dibandingkan dengan Listrik Pascabayar,” ungkapnya.

  • Linkedin