Menu

Lestarikan Kesenian Lokal Sebagai Kekayaan Daerah

Samman Siahaan/Metro Tabagsel
SKT saat latihan memadukan alat musik nungneng dengan musik etnik lainnya di Kecamatan Psp Hutaimbaru.

MetroTabagsel.com-Ada banyak perangkat seni dan budaya yang sangat perlu dilestarikan sebagai warisan dan kekayaan daerah, khususnya untuk wilayah Kota Padangsidimpuan. Di antaranya, Nungneng, Saleot dan lainnya.

Budayawan H Chalifa Sutan Tinggi Barani Perkasa Alam, beberapa waktu lalu kepada Metro Tabagsel mengungkapkan, saat ini berbagai seni dan kearifan lokal sudah  banyak yang mulai sirna seiring perkembangan zaman.

Dari alat musik daerah misalnya, penulis puluhan judul buku tentang budaya ini menuturkan, dahulu pada kegiatan adat Tapanuli Selatan khususnya Kota Padangsidimpuan untuk memainkan gondang, masih ada perangkat Talepong yang digunakan.

“Untuk suling dahulu tidak bolehkan, di huta (Kampung) itu tidak bisa menggunakan itu, hanya di luar lingkungan kampung. Nah pada gondang, selain gondang, ogung, dulu masih dipergunakan Talepong, sejenis gong namun diletakkan sebanyak delapan jenis nada,” katanya dalam perbincangan beberapa jenis kesenian daerah yang mulai hilang sebagai khazanah budaya.

Pada dasarnya masih banyak yang sudah hilang dan perlu perhatian untuk pelestariannya. Termasuk alat musik Nungneng, yang terbuat dari seruas batang bambu dengan cara penggunaannya digendang dan dipukul.

Pada jenis seni sastra daerah, Sutan Tinggi Barani menyebutkan beragam bahasa yang sudah terakultrasi pada bahasa asing, yang mulai mengikis kekayaan bahasa daerah ini sendiri. Sebagai bahasa ibu, sudah dipengaruhi berbagai bahasa dan bukan lagi bahasa ibu yang dulu.

Ia memisalkan, ada 17 turunan bahasa dalam satu kata. Ada andung-andung, pantun, daun hingga yang disebut sebagai bahasa aling-alingan.

  • Linkedin