Menu

Perkemahan Bhakti Saka Bhayangkara dan Wira Kartika: Jadilah Kaum Muda Berkarakter & Handal

Bupati Palas H Ali Sutan Harahap (TSO), Wakapolres Kompol H Hariun Dalimunte, Sekretaris Kwarcab Zainuddin Hasibuan dan UPTD dinas pendidikan Gunung Tua pada pembukaan perkemahan Bakti Saka Bhayangkara, Jumat (15/12) di Buper Tor Sipiramanuk.

MetroTabagsel.com, PALAS – Bupati Palas H Ali Sutan Harahap (TSO) resmi membuka Perkemahan Bhakti Saka Bhayangkara di bumi perkemahan Tor Sipiramanuk Desa Surodingin Kecamatan Lubuk Barumun, Jumat (15/12).

Kegiatan ini digelar bersamaan dengan perkemahan Saka Wira Kartika yang berlokasi di Bumi Perkemahan di Desa Sianggunan Kecamatan Sosopan. Kedua kegiatan pramuka tersebut dimulai Jumat (15/12)-Minggu (17/12).

Di perkemahan Bhakti Saka Bhayangkara hadir Kapolres Tapsel AKBP M Iqbal Harahap Sik MSi diwakili Wakapolres H Hariun Dalimunthe, Kasat Binmas AKP Syahrul SH MH, para Kabag, Kasat dan sejajaran Polres Tapsel. Hadir juga Pimpinan SKPD Kabupaten Palas dan Camat, Sekretaris Kwarcab serta pengurus. Tampak juga hadir para kepala UPTD dinas pendidikan.

Kegiatan tahunan ini resmi dimulai pada pukul 10.00 WIB di Bumi Perkemahan Tos Sipiramanuk Kecamatan Lubuk Barumun. Bupati selaku Ka Mabicab bertindak sebagai Inspektur upacara.

Perkemahaan bakti pramuka Saka Bhayangkara kali ini diikuti 523 peserta dari 17 SLTA sederajat. Selama berkemah, peserta akan mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan perlombaan antara lain pemutaran film, Tatib Lantas, penyuluhan Narkoba, Api Unggun. Ada juga kegiatan Umum, Kegiatan Keterampilan dan Perlombaan Seni dan Budaya, Giat Bhakti, pengobatan gratis dan gotong royong.

“Harapan kita memiliki pengetahuan, kemampuan, percakapan yang baik, dan keterampilan serta pengalaman dalam bidang Kebhayangkaraan,” kata ketua Panitia Kasat Binmas Polres Tapsel AKP Syahrul SH MH.

Bupati Palas H Ali Sutan Harahap (TSO) dalam sambutannya mengatakan, melalui perkemahan Bakti Saka Bhayangkara Kwartir Cabang Palas Tahun 2017 ini, kaum muda dihadapi tantangan sangat besar. Masalah ekonomi, sosial budaya dan politik yang berlangsung akan mempengarahui perubahan perilaku dan gaya hidup.

“Sebagai salah satu pilar pendidikan kaum muda Indonesia, dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam hidup dan kehidupan berbangsa, termasuk dalam menyelesaikan masalah,” pinta Ka Kwarcab.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati berpesan, jadilah kaum muda yang berkarakter dan handal yang akan sanggup menghadapi tantangan globalisasi dan sanggup mengahadapi persoalan yang ada dilingkungan sekitar. (tan)

  • Linkedin