Menu

Kades Binabo Julu Segera Dievaluasi

1003-006-pilkades
Ilustrasi

MetroTabagsel.com, PALAS – Kepala Desa Binabo Julu Kecamatan Barumun Abdul Halim Nasution segera dievaluasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Itu berdasarkan laporan warga yang menyebutkan Bendahara Desa tersebut merupakan saudara kandung Kades.

Lalu hasil monitoring yang dilakukan tim dan pendamping desa setempat atas buruknya hasil pengerjaan pekerjaan pembangunan jalan setapak yang dibiayai dana desa yang diperoleh desa itu.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Palas (PMD) Hamzah SSos didampingi Kabid Pembangunan dan Peningkatan Aparatur Paisal Siregar kepada Wartawan mengatakan pengevaluasian itu terkait Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 19 tahun 2017 tentang perubahan atas perbup nomor 21 tahun 2016 tentang susunan organisasi dan tata kerja pemerintahan desa. Dimana teknis pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, jelas menyebutkan pelarangan pengangkatan bendahara desa bila sedarah dengan kepala desa yang bersangkutan.

“Berdasarkan hal itu, kita segera merekomendasikan peninjauan dan pengevaluasian serta pemeriksaan berkas pengangkatan bendahara desa kepada Inspektur Palas,” kata Kadis.

Dan nantinya kata kadis jika pengevaluasian terbukti dan laporan masyarat tentang bendahara benar, maka pihaknya akan memberikan surat peringatan perintah agar kades mengganti bendaharanya serta memperbaiki kembali pekerjaan pembangunan di desa itu.

“Pengevaluasian dan pemeriksaan berkas itu harus segera dilaksanakan, karena hal itu menyangkut pencairan dana desa tahap dua. Dan jiks kepala desa tidak mengindahkan maka tidak tertutup kemungkinan akan berakhir pada pemecatan,” tukasnya.

Camat Barumun As’ad Tufeil Nasution, Kamis (17/8) kemarin mengatakan juga telah melakukan monitoring ke Desa Binabo Julu didampingi beberapa staf. Dan hasil dari monitoring itu sudah disampaikan kepada Dinas PMD.
“Kades Binabo Julu memang termasuk kades yang sulit untuk berkomunikasi sehingga tidak bisa untuk saling koordinasi,” ujar Camat.

Sebelumnya, amatan dilokasi pembangunan, Rabu (16/7) lalu terlihat mutu pekerjaan pada pembangunan jalan setapak rabat beton diduga sangat rendah dan jauh dari kepatutan. Salah satunya bangunan rabat beton yang baru sebulan selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan dan terdapat retakan.

Pada salah satu titik kerusakan jalan setapak itu, ketebalan cor beton juga terindikasi diselewengkan. Itu terlihat pada lapisan atas, hanya 1 sampai 2 centimeter. Dan kemudian di bawah lapisan cor beton itu hanya timbunan pasir. Sedangkan pada umumnya pengerjaan rabat beton seharusnya merupakan adonan semen dengan pasir, batu krikil dan batu Pecah yang dipasang setebal 20 centimeter.

Di sisi lain, dilokasi proyek desa ini juga tidak tampak pemasangan baliho realisasi anggaran penggunaan dana desa yang bertujuan untuk transparansi dana desa. Sementara Kepala Desa Binobo Julu Abdul Halim Nasution tak kunjung berada di tempat saat dijumpai. Begitu pun saat dihubungi tidak bersedia mengangkat telepon dan membalas pesan pendek. (tan/mt)

  • Linkedin