Menu

Tiga Aktivis Palas Jadi ‘Tukang Semprit’ Pilkada

ILustrasi
ILustrasi

MetroTabagsel.com, PALAS – Tiga nama aktivis mahasiswa dan pemuda di Padang Lawas terpilih menjadi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Mereka akan menjadi tukang semprit Pilkada dan Pilgub, bahkan berlanjut ke Pilpres dam Pileg 2019 mendatang.

Ketiga nama itu, yakni Zainal Abidin Hasibuan, Irham Habibi Harahap dan Abdul Raan Daulay. Ketiganya, dikenal sebagai aktivis di Padang Lawas, dari kemahasiswaan maupun kepemudaan.

Zainal Abidin sendiri saat ini masih menjadi Wakil Ketua di kepengurusan KNPI Padang Lawas. Ia dikenal tokoh pemuda yang vokal dan berkali-kali melakukan unjuk rasa untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Begitu juga Irham Habibi, diketahui merupakan mantan Ketua Himmah Padang Lawas.

Abdul Rahman Daulay, sebenarnya tidak orang baru lagi di jabatan Panwaslu. Periode sebelumnya juga sudah menjabat. Namun, di balik itu, ia juga dikenal aktivis, karena pernah bergabung dan menjadi Ketua GP Ansor Padang Lawas.

“Alhamdulillah…,” jawab Zainal Abidin saat disinggung hasil pengumuman Bawaslu Sumut yang menetapkannya satu di antara tiga nama terpilih.

Zainal mengakui sudah mendapat informasi hasil pengumuman itu. Ia juga sudah melihat website Bawaslu Sumut.
Hanya, ia mengaku belum mau berkomentar banyak soal pandangannya terkiat Panwaslu dan bagaimana menjaga Pilkada yang bermartabat. “Masih terlalu dini untuk berstatemwnt. Tunggu dilantik dulu, ” ungkapnya sembari mengatakan kemungkinan akan dilantik minggu ini.

Dalam kesempatan berbeda, pengakuan yang agak senada juga disampaikan Irham Habini Harahap. Ia mengaku mendapat kabar pengumuman Bawaslu dari juniornya di Jimmah Palas, Zul Daud Nasution.

“Saya baru dapat kabar sekitar jam 01.30. Ketika itu saya pas lagi minum kopi. Karena mendapat kabar gembira, sontak mengucap Alhamdulillah dan meneteskan airmata dan tidak terasa meja dan perangkat di atasnya tumpah gara-gara luapan kegembiraan dengan teman saya yang minum kopi,” kenang Irham saat menceritakannya ke Metro Tabagsel.

Tidak berselang lama, dikatakannya. Ia pun menelepon orang tua di kampung. “Orangtua menangis seraya mengingatkan saya untuk bersyukur dan mengatakan ini amanah yang harus dijaga,” tambahnya lagi.

Sempat diceritakannya, awal mendaftar, ia sedikit minder dengan kualitas dan rekam jejak peserta lainnya. “Namun itulah mungkin berkah berorganisasi. Mental bertarung itu sudah tertanam dalam jiwa,” pungkasnya. Pengumuman kelulusan ketiganya tertuang dalam surat Bawaslu Sumut Nomor: 1901/Bawaslu-Prov. SU/KP.01.00/08/2017 tentang nama-nama Panwaslu Kabupaten se-Sumatera Utara. (lay/mt)

  • Linkedin