Menu

Anjloknya Harga Sawit, Petani: Terpaksa Nunggak Kreditan

Petani panen sawit.
IST/METRO
Petani panen sawit.

MetroTabagsel.com, PALAS – Harga sawit yang tidak kunjung naik membuat kondisi paling pahit saat ini bagi petani. Bahkan, diakui petani, dengan kondisi harga seperti ini dan juga ditambah produksi yang terus turun, sudah akan berdampak pada kemampuan warga membayar kredit di bank atau lembaga keuangan.

Sampai kemarin, harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani per kilogramnya tinggal Rp1.300. Yang membuat sulit lagi, tingkat produksi menurun jauh, bahkan diperkirakan penurunannya mencapai 70 persen.

“Apa nggak nunggak kita kreditan, harga sawit aja segitu, hasil panen juga nggak ada, ” kata Rido, seorang petani di Sosa, kemarin.

Digambarkannya, dari 3 hektare sawit miliknya, hasil yang didapatkan cuma 450 kilogram. Padahal, biasanya didapatkan sampai 3 ton. “Berapa lah uangnya kalau segitu. Untuk makan aja berat, ” tambah Rido.

Diakuinya, ia punya utang di lembaga keuangan (koperasi) dengan cicilan 450 ribu sebulan. Tentu, dengan kondisi seperti ini, akan tertunggak pembayaran.

“Pusing kita kalau harga sawit terus seperti ini, ” tambahnya lagi. Di sisi lain dikatakan, kebutuhan sedang tinggi-tingginya. Anak baru saja masuk sekolah, yang tentunya menghabiskan uang banyak, sekarang tiba lagi saatnya musim 17-an. (lay)

  • Linkedin