Menu

Melawan, Ditembak! Hukuman Bagi Pencuri Sawit

Parningotan Aritonang/Metro Tabagsel
Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana Sik MTCP silaturahmi dengan masyarakat 17 Desa Kecamatan Sosa di Aula Kantor Camat Sosa, Rabu (11/1).
Parningotan Aritonang/Metro Tabagsel

MetroTabagsel.Com-Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana SIK MTCP memberi warning kepada para pencuri sawit di kebun yang dikelola PT MAI Bunut Pasir sekitarnya. Tidak main-main, kapolres menegaskan akan menembak pencuri jika melakukan perlawanan.

Demikian pernyataan Kapolres Tapsel saat menggelar acara Silaturrahmi dengan masyarakat 17 desa di Kecamatan Sosa, Rabu (11/1) di Aula Kantor Camat Sosa.

Hadir Asisten I Setdakab Palas GT Hamongan Daulay, Camat Sosa Asnan Lubis, Kapolsek Sosa AKP Muhammad Rusli SH, Danramil Sosa, para kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Ulama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Adat 17 Desa.

Pertemuan terjadwal ini merupakan bagian dari sosialisasi untuk mewujudkan kondisi tertib, aman dan kondusif. Mengingat potensi konflik terutama di daerah Sosa.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengimbau kepada seluruh kepala Desa agar serta merta mengajak dan memberi pengertian kepada Warganya untuk tidak melakukan tindakan yang melawan hukum. “Jangan mendengarkan ajakan pihak-pihak tertentu untuk melakukan perbuatan yang melanggar aturan dan Hukum,“ ungkap Kapolres Rony.

Terkait dengan persoalan PT MAI dengan empat desa, Kapolres berharap tidak melakukan penjarahan atau pencurian sawit lagi di lahan yang dikelola PT MAI. Tegas disampaikan kapolres yang membawahi tiga kabupaten ini, proses penentuan titik koordinat 600 lahan yang dipersoalkan masih dilakukan.

”Mari kita perjuangkan hak Anda, tapi ikuti aturan, dan jangan tambah pekerjaan Muspida dengan pekerjaan yang seharusnya tidak dilakukan,” tegas pria berpangkat melati dua ini.

  • Linkedin