Menu

Janin Laki-laki Ditemukan di Toilet Pesawat

Ist
Sejumlah petugas memeriksa jenazah sesosok janin laki-laki yang ditemukan di tempat sampah toilet pesawat Etihad EY 474.

MetroTabagsel.com – Nama Etihad Airways mendadak menjadi buah bibir, kemarin. Setelah air crew maskapai dari Uni Emirat Arab (UEA) ini menemukan sesosok janin laki-laki di tempat sampah toilet pesawat. Kapolres Metro Bandara Soekarno Hatta Kombespol Yusef Gunawan menuturkan, janin ditemukan sekira pukul 18.00, dalam pesawat Etihad EY 474 yang terbang dari Bandara Internasional UEA – Indonesia, Cengkareng, Tangerang.

Sebelum tiba di Tangerang, pesawat sempat singgah di Bandara Don Mueang, Thailand. “Petugas pembersih pesawat namanya Andri yang menemukan janin itu,” ungkapnya, saat dikonfirmasi. Polisi perwira menengah itu menyebutkan, janin diduga milik Hani binti Kahid Uta, TKI di Arab Saudi. “Ada kemungkinan-kemungkinan, potensi yang disampaikan, bahwa ini adalah hasil dari hubungan gelap. Namun, kami akan dalami dengan pihak-pihak mana saja,” paparnya.

Pesawat diperkirakan berangkat dari Bandara Internasional Abu Dhabi, UEA, Sabtu (6/1) 02.20 waktu UEA. Lalu tiba di bandara gajah putih sekira pagi hari waktu Thailand. Yang pasti, kata Yusep, pesawat lepas landas dari Bangkok–Jakarta sekira pukul 14.15. “Pesawat tiba di Tangerang sekitar pukul 17.45,” jelasnya.

Rasa sakit dan pendarahan dialami Hani setelah empat jam lepas landas dari Bandara Abu Dhabi menuju Thailand. Hani yang semula duduk di kelas ekonomi dipindah ke kelas bisnis. Hani sempat mendapatkan oksigen.

Saat pesawat singgah di Don Mueang, kata Yusef, Hani disarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Hani diminta oleh air crew untuk dirawat di Bandara Don Mueang. Sebelum turun ke Bandara Don Mueang, Hani ke kamar mandi.

Yusef mengungkapkan, setelah penemuan janin, penyelidik langsung berkoordinasi dengan pihak Bandara Don Mueang dan Etihad. Penyelidik meminta Hani untuk diterbangkan ke Indonesia.

Hani terbang menggunakan maskapai Air Asia QW 253. Perempuan kelahiran Cianjur, Jawa Barat, itu tiba di T2 sekira pukul 00.25, Minggu (7/1). “Kami menyediakan satu ambulan untuk membawa H ke klinik bandara,” jelas mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya, itu.

Setelah tiba di Jakarta, polisi melakukan serangkaian penyelidikan lanjutan. Yusef menyebutkan, pihaknya telah mendatangkan dokter untuk memeriksa Hani dan janin yang dibuang. Berdasar pemeriksaan dari tim medis, janin berusia 9 bulan.

Selain dari segi medis, polisi juga memeriksa kelengkapan administrasi Hani. Menurut Yusef, Hani merupakan TKI legal. ”Kami cek surat-suratnya lengkap kok. Hani bekerja di Arab Saudi sudah empat tahun ini,” ujarnya.

Kendati demikian, dia mengaku belum belum bisa memeriksa Hani lebih dalam. Sebab, kondisi Hani masih lemah. Polisi harus menunggu kondisi Hani membaik, tambahnya.

Langkah ke depan, Yusef menyebutkan, pihaknya bakal bersurat kepada PT Angkasa Pura II dan maskapai Etihad. “Kami akan melakukan rekonstruksi ulang di tempat kejadian,” jelasnya.

Lantas, apakah H telah dijerat pidana? Yusef mengatakan, pihaknya belum bisa menyampaikan hal tersebut. Yang pasti, kata dia, H belum dikenakan pasal apa pun. ”Kami masih harus mmeeriksa banyak pihak. Mohon bersabar dulu,” paparnya.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Bangkok Dodo Sudradjat membenarkan ada WNI penumpang pesawat Etihad dari Abu Dhabi yang terkena masalah di bandara Bangkok. Informasi tersebut didapatnya dari KBRI Abu Dhabi, Sabtu (6/1) malam sekira pukul 20.00.

“KBRI Abu Dhabi minta tolong agar yang bersangkutan dibantu dan pantau apakah kemungkinan terkena masalah hukum di Thailand,” kata Dodo kepada Jawa Pos (grup koran ini), kemarin. Tidak lama berselang, KBRI Abu Dhabi kembali menginformasikan bahwa pihak Etihad telah membelikan tiket AirAsia pukul 20.55 untuk yang bersangkutan kembali ke Jakarta. Setelah mendapatkan informasi tersebut, KBRI Bangkok langsung menghubungi pihak AirAsia untuk mencari informasi.

“Kami mendapat informasi bahwa pada 20.30, WNI tersebut telah ada pada manifes AirAsia. Info dafi Atase Imigrasi, WNI tersebut sudah masuk Indonesia dini hari tadi (kemarin, Red),” ucap Dodo.

Dodo menambahkan, KBRI Bangkok belum sempat bertemu dengan WNI tersebut untuk dimintai keterangan. “Artinya, yang bersangkutan tidak mengalami masalah karena bisa langsung dipulangkan. Etihad yang menangani langsung dengan otoritas bandara,” ungkap Dodo.

Hingga kini kondisi Hani masih lemah. Dia masih dirawat di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) internasional di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Menurut pantauan Jawa Pos, hanya keluarga saja yang diijinkan masuk. Untuk sementara pihak kepolisian belum bisa melakukan pemeriksaan terkait dengan kondisi Hani yang masih lemah. (sam/and/lyn/smg)

  • Linkedin
Loading...