Menu

Ini Kata Keluarga Lafran Pane yang Dianugerahi Gelar Pahlawan “Ini Suatu Kebanggaan Bagi Kita”

Salah satu buku karya Lafran Pane
Salah satu buku karya Lafran Pane

MetroTabagsel.com-Penganugerahan gelar pahlawan terhadap Prof Drs Lafran Pane oleh Presiden Joko Widodo membuat keluarga pendiri HMI yang tinggal di Tapsel ini, merasa bangga.

Bagi keluarga dekat Prof Drs Lafran Pane yang tinggal di kampung halaman, gelar Pahlawan Nasional yang disandang tokoh nasional asal Desa Pangurabaan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel itu, merupakan kebanggaan tak terhingga.

“Bukan saja terhadap keluarga, tetapi seluruh elemen masyarakat Tapsel, Tabagsel dan juga HMI dan KAHMI,” kata M Yunus Pane (43) yang masih keluarga dekat Lafran Pane.

“Ini suatu kebanggaan bagi kita semua masyarakat Tapsel dan juga Tabagsel. Karena tokoh dari daerah kita telah menyandang gelar Pahlawan Nasional. Ini tentu tak lepas dari perjuangan berbagai pihak. Terutama Akbar Tanjung bersama KAHMI dan HMI, serta Bupati Tapsel  Syahrul M Pasaribu bersama elemen lainnya di Tapsel, serta dukungan dari Kepala Daerah lainnya termasuk Walikota Padangsidimpuan,” ungkapnya, saat berbincang bersama awak media ini, Jumat (10/11).

Menurutnya, sosok Lafran Pane yang dikenal sangat sederhana dan tanpa kenal lelah harus diteladani, terutama oleh kalangan muda. Sehingga ke depan, sosok Lafran Pane terus bermunculan dari Tapsel dan Tabagsel.

Hal senada juga diungkapkan Malawat Pane yang merupakan paman (uda) almarhum Lafran Pane. Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Presiden RI atas pemberian gelar pahlawan nasional kepada keponakannya tersebut.

“Gelar pahlawan nasional ini sebuah penghargaan yang tiada ternilai bukan hanya bagi keluarga. Namun masyarakat Desa Pangaribuan secara khusus dan Tapsel pada umumnya,” ujarnya.

Sebelumnya, sebagai wujud rasa syukur atas  pemberian gelar pahlawan nasional kepada pendiri HMI oleh Presiden RI Joko Widodo, pengurus Majelis Daerah (MD) Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Tapsel, menyambangi rumah kelahiran Prof Lafran Pane di Desa Pangurabaan Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, Rabu (8/11) lalu.

Rombongan MD KAHMI Tapsel yang dipimpin langsung Borkat MM (Ketua) dan Ahmad Efendi Nasution S.Sos (Sekretaris) serta sejumlah unsur pengurus itu, disambut sanak saudara almarhum Prof Lafran Pane.

Ketua MD KAHMI Tapsel Borkat MM mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pemberian gelar pahlawan nasional kepada Prof Lafran Pane oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Kamis (9/11).

“MD KAHMI Tapsel memiliki kebahagian lebih, karena Prof Lafran Pane sebagai pendiri HMI merupakan putra asli dan dilahirkan di bumi Tapsel,” ujarnya.

Disisi lain, Borkat mengatakan, kunjungan ini sekaligus upaya menunjukkan sisi lain dari almarhum Lafran Pane yang lahir di Tapsel dan berkarir serta wafat di Yogyakarta.

“Publik khususnya Tapsel harus tahu, kalau pendiri HMI itu orang Tapsel. Makanya kami sambangi rumah almarhum Lafran Pane di Desa Pangurabaan Sipirok,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris MD KAHMI Tapsel Ahmad Efendi Nasution SSos menambahkan, Lafran Pane merupakan tokoh prakarsa dan pendiri organisasi  HMI yang ditetapkan pada Kongres XI HMI tahun 1974 di Bogor.

“Setiap 25 Januari, HMI mengenang Prof Drs H Lafran Pane sebagai pemrakarsa berdirinya HMI, organisasi yang banyak melahirkan sumber daya manusia (SDM) terbaik di negeri ini,” ujarnya.

Ditambahkan, Keppres pengangkatan Prof Lafran Pane sebagai Pahlawan nasional ditanda tangani Presiden Jokowi bersama dengan pejuang asal Aceh Laksamana Malahayati, gerilyawan laut Sultan Mahmyd Riayat Syah dari Riau , tokoh nasionalis religius asal NTB Tuan Guru Pancor (Muhammad Zainudin Abdul Madjid).

“Presiden menganugerahi gelar tersebut di 9 November 2017 di Istana Negara. Tentunya hari itu merupakan hari yang harus disambut suka cita oleh seluruh kader HMI, “ ujarnya.

Diharapkan, seluruh kader HMI dapat terus menjalankan seluruh cita-cita Prof Lafran Pane dalam mendirikan HMI sebagai insan cita, pengabdi yang bernafaskan Islam. (ran/mtabag)

  • Linkedin