Menu

Jangan Mainkan Isu PKI Demi Politik 2017

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroTabagsel.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki wacana mengemas kembali film Penumpasan Penghianatan G30 S PKI. Itu dilakukan guna mengingat lagi sejarah. Wakil Sekretaris Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Tridianto mengatakan, gagasan Presiden Jokowi untuk membuat film sejarah, termasuk G30 S PKI, dengan versi penyajian yang baru sesuai dengan generasi millenial adalah baik.

“Pasti maksudnya bukan untuk mengubah sejarah, tetapi agar nilai-nilai sejarah itu bisa lebih mudah dimengerti oleh generasi baru,” ujar Tri dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com (grup koran ini), Senin (25/9).

Tri juga menegaskan, masyarakat harus tetap waspada terhadap ideologi komunisme. Tapi caranya bukan dengan mempolitisasi isu PKI untuk nafsu politik 2019. “Mari tetap berkompetisi politik yang demokratis dan ksatria, juga berpikir tentang keutuhan bangsa dalam bingkai NKRI dan Pancasila,” katanya.

Menurut mantan politikus Partai Demokrat ini, setiap sejarah harus menjadi hikmah dan pelajaran. Sehingga apabila ada luka dalam sejarah, itulah yang hrs diobati dengan cara yang baik dan bijak. Sehingga jadi versi penyajian baru dari film-film sejarah adalah termasuk cara mengobati luka, dan memperoleh hikmah dari peristiwa masa lalu yang pahit.

“Ini juga agar kita Jasmerah, seperti pesan Bung Karno,” katanya. Oleh sebab itu, apabila ada yang memainkan isu PKI untuk kepentingan politik 2019, itu jelas tidak bijak. Itu bukan mengobati luka. “Itu malah seperti mengoles sambel di atas luka,” pungkasnya.

Sebelumnya, menyikapi rencana pemutaran kembali film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI yang diproduksi pada 1984 silam, Presiden Joko Widodo mengusulkan film terkait peristiwa sejarah itu diperbarui agar lebih mudah dipahami generasi saat ini.

Film Penumpasan Pengkhianatan G30 S PKI dirilis pada 1984 silam itu disutradarai Arifin C Noer. Film itu disebut melibatkan lebih dari 10 ribu pemain dan figuran. Saat orde baru berkuasa, setiap malam 30 September, ada pemutaran serentak film G30 S PKI di layar televisi. Pascareformasi 1998 kewajiban pemutaran film itu dihentikan.(jpg)

  • Linkedin