Menu

Waspadai Pil Ini! Murid SD Tewas, Puluhan Lainnya Seperti Orang Gila

Pil PCC yang telah menewaskan seorang bocah.
Pil PCC yang telah menewaskan seorang bocah.

MetroTabagsel.com-Kejadian mengerikan dialami puluhan anak dan remaja di Kendari, Sulawesi tenggara (Sultra). Mereka terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari setelah diduga mengonsumsi obat-obatan bentuk tablet maupun cair. Obat-obatan tersebut diduga kuat adalah sejenis PCC, Tramadol hingga Somadril.

Pada Rabu (13/9), seorang siswa SD dengan inisial R tewas akibat overdosis PCC, Somadril dan Tramadol. Kemudian, pada Kamis (14/9), korban kembali bertambah satu orang, yakni Riski (20), warga Kecamatan Kendari Barat.

Rauf, ayah Riski, menuturkan anaknya diketahui mengkonsumsi obat mumbul bersama adiknya, Reza. Beruntung, adiknya masih bisa diselamatkan dan dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa Kendari.

“Anak saya meminum obat mumbul yang dicampur dengan pil PCC, awalnya melompat ke got depan rumah. Adiknya berhasil diselamatkan, namun kakaknya bernama Riski berlari ke arah laut dan meceburkan dirinya,” terangnya.

Korban kakak-adik ini merasa kepanasan, efek dari obat yang dikonsumsinya. Sang kakak berlari ke arah laut dan menceburkan diri. Sayangnya, ia tenggelam dan ditemukan sudah tidak bernyawa.

Ternyata obat-obatan itu memang berbahaya jika disalahgunakan. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Mahdi Jufri menjelaskan ketiga obat-obatan tersebut berfungsi mirip morfin yang berbahaya bagi susunan saraf otak.

“Tramadol dan Somadril itu memang mirip morfin fungsinya, untuk menghilangkan rasa sakit. Kalau PCC saya belum dengar, mungkin sama dengan golongan psikotropika lainnya,” kata Mahdi kepada JawaPos.com, kemarin.

Mahdi menambahkan Tramadol biasa dipakai sesuai dosis dan resep dokter untuk penghilang rasa nyeri usai kecelakaan atau terluka hebat. Jika sembarangan, maka akan menimbulkan halusinasi parah.

“Tramadol dan Somadril fungsinya sama dengan golongan inti morfin. Menyebabkan halusinasi dan menyebabkan adiksi. Bahaya jika diminum tanpa resep dokter dan apalagi oleh anak-anak,” kata Mahdi.

  • Linkedin