Menu

Marwan Dasopang: Banyak KIS yang Double

Marwan Dasopang
Marwan Dasopang

MetroTabagsel.com-Kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah familiar di telinga masyarakat Indonesia. Menyikapi peredaran KIS ini, Marwan Dasopang, Anggota DPR RI dari Fraksi PKB menyebutkan kartu yang diterima masyarakat tersebut banyak yang tumpang tindih.

Sehingga banyak masyarakat yang menerima KIS double (berganda atau dua kali lipat,red). Menurutnya, penyebab dari masalah itu akibat data pemerintah tidak pernah baik.

“Ini bagian dari persidangan yang ditempatkan di Dapil. Selain pengawasan, kita menjemput aspirasi. Komisi IV, Bidang Kesehatan. Pelayanan Dasar Kesehatan yang menjadi sering tumpang tindih itu kartu KIS,” sebut Marwan Dasopang, mengawali pembicaraannya saat temu pers di Cafe Hotel Mega Permata Psp, Senin (7/8) malam.

Menurut Marwan, realisasi KIS terus bertambah dari tahun sebelumnya. Pada saat reses, ia pernah menemukan satu orang ada tiga KIS.

“Dari 84 juta realisasi, tahun lalu kita sering turun ke lapangan, masih banyak yang belum mendapatkan ‎KIS. 2017 sudah 92 juta. Kenapa ditambah? Karena masih banyak rakyat miskin belum mendapatkan kartu. Itu penjelasan dari BPJS Kesehatan. Sudah ditambah, masih banyak juga yang tidak mendapatkan kartu KIS. Maka sesungguhnya persoalan kita adalah data. Karena sesungguhnya pendataan di negeri ini masih belum tuntas,” kata Marwan yang bertugas di Komisi IX DPR RI.

Persoalannya, kata Marwan, anggaran BPJS Kesehatan selalu defisit sejak tahun 2015 lalu. Bahkan, tahun ini, menurutnya sudah ada defisit sekitar Rp3,8 triliun.

“Double tidak Double, itu tetap dibayar. Ketika reses banyak kita temukan. Apa gunanya ini, ketika di akhir tahun BPJS selalu defisit. Tahun 2015 ada Rp6,5 triliun, tahun 2016 ada Rp6,2 triliun. Tahun 2017 posisinya di bulan lalu sudah ada Rp3,8 triliun defisitnya. Perkiraan sampai akhir tahun defisitnya sampai Rp6 triliun,” sebutnya.

  • Linkedin
loading...