Menu

Beredar Info Pejabat Pemkab Madina Diperiksa Tipikor Kejatisu

  • Linkedin
Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara

MetroTabagsel.com, MADINA – Ada beberapa pejabat pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diperiksa penyidik tipikor Kejaksaan Tinggi Sumateta Utara (Kejatisu) pada Rabu pagi (17/1) pukul 09.00 WIB.

Belum diketahui pasti apa kasus yang melibatkan pejabat Pemkab Madina tersebut, namun dikabarkan berkaitan dengan sejumlah item proyek pembangunan di lingkungan perkantoran Paya Loting Pemkab Madina.

“Kalau tak salah ada lima orang yang diperiksa, pejabat setingkat Kabid, Sekretaris dan Kepala Dinas. Pemeriksaan terkait proyek pembangunan yang berlokasi di komplek perkantoran Pemkab Madina,” sebut sumber terpercaya kepada Metro Tabagsel, Rabu (17/1) di Panyabungan.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Madina, Afandi Lubis yang dikonfirmasi Metro Tabagsel mengaku mengetahui kabar tersebut dari informasi di media sosial.

“Belum bisa kami pastikan, karena saya pun baru tahu infonya dari media sosial, saya coba cari infonya dulu,” sebut pria yang akrap disapa Fandi itu.

Terpisah, anggota DPRD Madina dari fraksi Partai Golkar, Imran Khaitami Daulay mengatakan, terkait informasi dipanggilnya sejumlah pejabat atau mantan pejabat di lingkungan Pemkab Madina oleh Kejatisu, Imran meminta Kejatisu supaya serius menangani kasus tersebut.

“Harapan kita Kejatisu serius menanganinya,” sebut Imran.

Menurut Ketua DPRD Madina periode 2009-2014 itu, rakyat Madina sangat besar harapannya kepada penegak hukum dalam hal inu Kejatisu. “Karena dengan tegaknya hukum terhadap kasus ini, akan membawa dampak positif bagi perkembangan pembangunan Madina ke depan. Sebaliknya, jika hal ini terkesan hanya sebatas begitu-begitu saja tak berujung dan akhirnya dihentikan, maka masyarakat semakin apriori terhadap upaya penegakan hukum. Bahkan hukum bisa tidak berwibawa lagi di hadapan masyarakat”.

“Karena itulah kita meminta Kejatisu serius dan mengusutnya secara tuntas, supaya tidak jadi preseden buruk ke depan,” harapnya. (wan)

  • Linkedin
Loading...