Menu

Penambangan Emas Tanpa Izin di Tor Sihayo Diduga Dibekingi Aparat

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroTabagsel.com, MADINA – Polemik mengenai Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masih berkepanjangan. Ada dugaan penambangan emas ilegal di wilayah Tor Sihayo atau pegunungan Hutabargot dan Nagajuang dibekingi aparat.

Berbagai sumber yang berhasil dihimpun juga menurut keterangan sejumlah pelaku tambang yang ditemui Metro Tabagsel di sekitar lokasi tambang, menyebut, PETI tersebut akan sulit dihentikan karena ada aparat yang berjaga di setiap lobang tambang, terutama lobang tambang yang sedang berhasil.

“Kami yakin penambangan ini tidak akan bisa tutup, karena aparat juga yang ikut sebagai pengamanan lobang tambang,” sebut penambang bermarga Pulungan yang tak mau identitasnya diungkap.

Pengakuan yang sama juga disampaikan HR (34) warga Panyabungan kepada Metro Tabagsel. Menurutnya, sudah beberapa kali ia mencoba meminta tolong kepada pengusaha tambang yang sedang berhasil.

“Saya sudah beberapa kali minta bantuan kepada pengusaha tambang, mana tahu ada rezeki, tapi setiap berkunjung ke tempat tinggal pemilik lobang, yang kami temui bukan pengusahanya, tetap aparat yang berjaga di rumah toke tambang itu. Kalau tak pandai-pandai bicara, kita pasti kena usir,” sebut HR yang mengaku bekerja serabutan, dan ia meminta bantuan kepada toke tambang di saat tidak ada pekerjaan.

Warga menyebut, keberadaan tambang ini tidak benar menguntungkan semua pihak, tetapi hanya kalangan pemilik lobang dan orang-orang di sekitarnya, sementara masyarakat hanya sebagai buruh kasar. (wan/mt)

  • Linkedin