Menu

Petinju Ini Rela Serahkan Sabuk Juara demi Perdamaian

Vijender-Singh
Vijender-Singh

MetroTabagsel.com, INDIA – Vijender Singh layak diacungi jempol. Petinju yang pekan lalu unggul atas Zulpikar Maimaitiali itu rela mengembalikan sabuk kejuaraannya. Bukan karena dia curang, kemudian sadar, tetapi karena rasa kebangsaannya yang tinggi. Jauh di atas kebanggaan pribadinya sebagai olahragawan.

”Saya ingin mengembalikan sabuk kejuaraan ini kepada Zulpikar. Saya berharap bisa menukarnya dengan perdamaian di perbatasan. Semua ini tentang perdamaian. Itu yang paling penting bagi saya,” kata Singh kepada Press Trust of India. Kemarin, tawaran petinju 31 tahun itu menjadi berita utama di berbagai media India. Baik cetak maupun online. Singh pun langsung panen pujian.

Menang atas Zulpikar yang berasal dari Tiongkok adalah kebanggaan bagi Singh dan tentunya bagi India. Atlet peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 itu berhak atas sabuk kejuaraan petinju kelas menengah super Zulpikar. Dia juga sukses mempertahankan gelarnya sebagai petinju kelas menengah super WBO Asia Pasifik. Namun, semua yang diperoleh Sabtu (5/8) itu ditawarkan sebagai ganti perdamaian.

Belakangan suhu politik di perbatasan India dan Tiongkok meninggi. Dua negara tersebut sama-sama melipatgandakan pengamanan di perbatasan yang terletak di dataran tinggi Himalaya itu.

Saat Beijing meminta New Delhi mengurangi jumlah personel keamanan, India pun menuntut Tiongkok untuk melakukan hal serupa. Sampai sekarang, dua negara masih sama-sama ngotot. Singh pun berusaha mengubahnya. (jpg)

  • Linkedin