Menu

Pengakuan Anggota ISIS: Dapat 4 Perawan sebagai Gaji

MetroTabagsel.com – Setelah ISIS di Mosul, Iraq, berhasil ditaklukkan militer, proses pemulihan kembali kota yang sudah hancur lebur itu mulai berlangsung. Tak hanya Mosul, kota-kota lain yang terimbas konflik dengan ISIS juga memulai rekonstruksinya.
Warga setempat kembali pulang dan puing-puing mulai disusun. Tetapi, selain pembangunan fisik yang berjalan, ada hal lain yang sedang dipikirkan pemerintah Iraq. Memutuskan nasib anggota ISIS yang ditahan.

Itu adalah tantangan yang sedang dihadapi Pengadilan Gabungan Nineveh, di Qaraqosh, Provinsi Nineveh, Iraq. Mereka sedang melakukan penyelidikan dan sidang anggota ISIS yang berhasil ditahan. Hampir setiap hari ada sidang dan saksi yang menggambarkan kekejaman ISIS.

“Nama saya Rayan Mahmoud dan saya bersumpah atas nama Allah,” ujar seorang saksi mata. “Mereka menghancurkan mobil saya. ISIS membakar kawasan itu dan mobil-mobil digunakan sebagai tameng dari serangan udara,” sambungnya.

Selain warga setempat, beberapa anggota ISIS juga sudah menjalani sidang. Berbicara di bawah sumpah, beberapa kesaksian mereka bikin penyelidik terhenyak. Tidak sedikit dari mereka mengaku terlibat dalam pembunuhan ribuan kaum Yazidis.

Salah satunya Abu Hozaefa. Dikutip dari Foreign Affairs, dia mengaku bertugas di kawasan Gamam Al Alil selama 30 hari. Di kota yang menjadi bagian Mosul itu, ISIS membunuh 300 warga sipil.

Dia melatih anggota-anggota baru ISIS. “Belajar agama, latihan fisik, dan penggunaan senjata terutama Kalashnikov. Setelah latihan tuntas, saya akan mengirimkan seragam dan senjata Kalashnikov.”

Selain mengenai peperangan, informasi mengenai kehidupan anggota ISIS juga dibongkar. Salah satu pengakuan datang dari Mohammed Ahmad. Segala cerita mengenai budak seks dijawab gamblang oleh Ahmad.
Berbicara di depan salah satu hakim, Ahmad mengaku memiliki empat gadis simpanan. “Setiap malam saya akan bercinta dengan gadis yang berbeda,” kata lelaki acak-acakan itu seperti dilansir The Telegraph. Para gadis itu adalah kaum Yazidis,
“Kadang mereka terlihat ketakutan. Tetapi mereka tidak pernah mengatakan tidak. Semua masih perawan ketika saya mendapatkannya dan mereka cantik-cantik. Lebih cantik dari bayangan Anda,” ulasnya.
Ahmad menceritakan semua itu seolah itu bukan hal yang aneh. Lelaki itu mendapat tuduhan penculikan dan pemerkosaan empat perempuan etnis minoritas Yazidi dan membunuh setidaknya 10 lelaki Yazidi. “Empat perawan yang saya dapatkan adalah gaji sebagai anggota ISIS,” katanya.
Pengakuan Ahmad ini hanya sebagian kecil dari ribuan anggota ISIS. Masih banyak file lain yang tertumpuk di meja-meja hakim. File yang mungkin mengisahkan kesadisan mereka.(jpg)

  • Linkedin