Menu

Lawan Politik Mulai Cari Kesalahan PM Kanada

Justin Trudeau
Justin Trudeau

MetroTabagsel.com, KANADA – Pose Justin Trudeau di sampul depan Rolling Stone boleh membuat orang-orang Amerika Serikat jatuh hati. Tapi, tidak demikian halnya dengan para politikus Partai Konservatif di kampung halaman Trudeau, Kanada.

Mereka menganggap, diprofilkan majalah Amerika Serikat (AS) sebagai sosok anti-Presiden Donald Trump, di tengah perdebatan tentang NAFTA alias North American Free Trade Agreement (Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara), bukanlah kebijakan yang tepat.

”Ini kesalahan yang serius. Saya rasa, itu tidak akan banyak membantu agenda pemerintah untuk mempertahankan pasar bebas,” kritik Lisa Raitt, wakil ketua Partai Konservatif.

Menurut Raitt, Trudeau dan jajaran semestinya bisa menahan diri. Mereka pasti tahu bahwa artikel Rolling Stone akan membanding-bandingkan dirinya dan Trump. Namun, hingga kemarin, belum ada reaksi apa pun dari Gedung Putih terkait pemberitaan Rolling Stone itu.

Dalam spektrum politik Kanada, Partai Liberal diposisikan di tengah. Di sebelah kiri Partai Konservatif dan sebelah kanan Partai Demokratik Baru. Bisa dibilang, dengan popularitasnya saat ini, bakal sulit mencari pesaing Trudeau pada Pemilu 2019. Karena itulah, menanggapi kritik kubu Konservatif, Kantor PM Kanada (PMO) menganggapnya semata sebagai upaya Konservatif untuk mencari-cari kesalahan.

Padahal, bukan itu tujuan Trudeau tampil di sampul Rolling Stone. “Hubungan dagang dengan AS adalah bagian penting dari perekonomian nasional. Kami pasti mempertimbangkan itu,” kata Cameron Ahmad, juru bicara PMO.

Secara terpisah, Gerald Butts, ajudan Trudeau, menegaskan bahwa sang PM tidak pernah memaparkan hal-hal yang bertentangan dengan kepentingan nasional. “Silakan dicari. PM Trudeau tidak pernah melakukan hal yang merugikan Kanada dalam artikel ini atau banyak artikel internasional yang lain,” ungkapnya.

Tahun ini, Trudeau juga muncul di sampul majalah Paris Match. Juga, di halaman depan surat kabar Bloomberg Business Week. Memang Trudeau tetap tak lepas dari sejumlah kritik. Misalnya janji kampanyenya terhadap perbaikan nasib suku Indian. Juga pencitraannya yang dianggap berlebihan. Ber-wefie di mana-mana, bersama siapa saja, seolah-olah itu spontan, padahal fotografer resmi dari PMO selalu menguntit.

Tapi, Trudeau mengaku, upaya mengangkat derajat suku Indian terus dilakukan. Butuh waktu karena itu bukan persoalan sederhana dan sudah berlangsung lama. (jpg/ma)

  • Linkedin