Menu

Ramai-Ramai Kecam Korea Utara

Salah satu misil Korea Utara.

MetroTabagsel.com, SEOUL – Korea Utara tampaknya menganggap angin lalu segala kecaman dan ancaman sanksi yang diungkapkan banyak negara akibat serangkaian uji coba rudal. Kemarin, negara yang dipimpin Kim Jong-un itu kembali mengujicobakan rudal balistik.

Kali ini yang ditembakkan adalah rudal berdaya jelajah pendek. Rudal tipe Scud tersebut sempat enam menit mengangkasa sebelum jatuh ke Laut Jepang. ”Rudal itu melesat setinggi 120 kilometer dan mencapai jarak 450 kilometer sebelum jatuh,” terang Roh Jae-cheon, jubir Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel).

Menurut dia, Korut punya banyak stok rudal berdaya jelajah pendek buatan Uni Soviet. Tapi, Korsel akan menyelidiki lebih lanjut tentang informasi tersebut, apakah rudal itu buatan Uni Soviet atau buatan Korut sendiri.

Sejak Moon Jae-in menjabat presiden Korsel pada 10 Mei, Pyongyang tiga kali meluncurkan rudal balistik. Peluncuran terbaru rudal balistik Korut tersebut menuai kutuk dunia.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menganggap kenekatan Korut itu sebagai bentuk penghinaan terhadap Tiongkok. Sebab, selama ini Presiden Xi Jinping berusaha meredam ambisi nuklir Korut.

”Korut benar-benar lancang terhadap tetangganya, Tiongkok, dengan menembakkan rudal balistik lagi. Tapi, Tiongkok sudah berusaha dengan sangat keras,” tulis taipan 70 tahun tersebut pada akun Twitter-nya. Dari Washington, Menteri Pertahanan Jim Mattis menyatakan, jika sampai terjadi kontak senjata di Semenanjung Korea, perang dunia tak akan terhindarkan.

Kemarin Rusia pun langsung mengecam peluncuran rudal itu. Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengkritik Korut yang tidak tunduk pada imbauan PBB dan masyarakat internasional. Tapi, dia berharap krisis di Semenanjung Korea tersebut bisa diselesaikan lewat jalur perundingan. ”Sebaiknya semua pihak bisa menahan diri dan tidak gegabah menanggapi Korut,” imbaunya.

Bagi Jepang yang wilayahnya dua kali menjadi sasaran uji tembak rudal Korut, peluncuran rudal Scud kemarin adalah bentuk nyata provokasi Pyongyang. ”Dalam pertemuan G7 yang lalu, kami sepakat untuk memprioritaskan isu Korut ini. Bersama AS, kami siap mengambil langkah tegas,” ungkapnya. Selanjutnya, Beijing memilih kalem dan mengimbau semua pihak tetap berkepala kepala dingin. (jpg)

  • Linkedin