Menu

Ritual Hiou Pamotting & Kepala Sapi Simbol Dukungan Warga untuk JR Saragih

Bupati Simalungun JR Saragih berbuka puasa bersama masyarakat Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (5/6/2017).
Bupati Simalungun JR Saragih berbuka puasa bersama masyarakat Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (5/6/2017).

MetroTabagsel.com, SIMALUNGUN – Kinerja Bupati Simalungun JR Saragih mendapat apresiasi dari masyarakat Simalungun. JR Saragih diberikan Hiou Pamotting dan Kepala Sapi.

Ulos dan kepala sapi diberikan oleh masyarakat Partuha Maurjana serta tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Simalungun di berbeda tempat.

Untuk kepala sapi diberikan di Pematang Bandar. Sementara itu, untuk ulos diberikan masyarakat Partuha Maurjana Simalungun serta tokoh agama dan masyarakat di Jorlang Hataran.

Bupati Simalungun JR Saragih berterima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayainya dalam bekerja membangun Sumatera Utara khususnya di Simalungun.

“Saya mengapresiasi harapan masyarakat dan saya tidak ingin menyia-nyiakan, ketika semangat itu ada maka saya akan bekerja untuk seluruh kabupaten yang lain dan harapan saya mereka juga bekerja yang ada di Sumatera Utara,” jelas Bupati Simalungun JR Saragih di Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (5/6/2017).

Diakuinya lagi, dengan pemberian ulos Hiou Pamotting dan kepala sapi itu berarti menjadi bukti masyarakat yang sekaligus menginginkan ada putera Simalungun bisa berbuat untuk Sumatera Utara.

“Terima kasih atas doa dan dukungan sehingga saya punya semangat baru untuk membangun Simalungun serta melebarkan sayap untuk memperjuangkan ke seluruh kabupaten lain sehingga kalau Tuhan mengijinkan kita duduk menjadi Sumut satu dan pasti memberikan yang terbaik buat masyarakat,” paparnya.

Perlu diketahui, Hiou Pamotting merupakan kain adat suku Batak Simalungun. Di mana, kain ini sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, bahkan pakaian adat suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos. Menurut masyarakat Batak, ulos dianggap memiliki daya istimewa untuk memberikan perlindungan.

Sedangkan kepala sapi, bagi masyarakat adat Batak, kerbau atau sapi merupakan hewan yang mempunyai nilai penting dalam kehidupan masyarakat dari jaman dahulu hingga sekarang.

Bagi masyarakat Simalungun itu sendiri, kerbau atau sapi merupakan lambang kesabaran, keberanian dan kebenaran. Pada pembagian jambar atau hewan kurban, biasa terdapat aturan tertentu yakni kepala atau Ulu dan Pasang diberikan kepada raja, sedangkan leher buat pihak perempuan. (osi)

  • Linkedin
loading...