Menu

Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Efektif

Panutur Simorangkir bersama anak didiknya di SMA N 1 Parlilitan.

Bukan saja para sarjana ilmu sosial, ilmu perilaku, kalangan masyarakat pun juga membicarakan hal kepemimpinan karena merupakan tema yang popular. Meskipun telah banyak teori kepemimpinan yang dikembangkan belum ada satu pun yang dirasakan paling sempurna.

Kepemimpinan dan manajemen sering disamaartikan. Sementara, kepemimpinan adalah lebih berhubungan dengan efektifitas, sedangkan manajemen lebih berhubungan dengan efisiensi.

Faktor-faktor yang menentukan keberhasilan seorang pemimpin, yaitu:

Pola hubungan antar bawahan dengan pimpinan; Ciri-ciri pribadi pimpinan; Komunikasi yang digunakan oleh seorang pimpinan.

Pimpinan memiliki kekuasaan yang lebih dari anggotanya. Oleh karena itu, pemimpin memiliki wewenang untuk mengarahkan anggota dan memberi pengaruh untuk melaksanakan perintahnya. Maka pola hubungan yang harus dilakukan adalah, pertama dan utama memberi teladan kepada anggotanya. Kemampuan dan keterampilan seorang pimpinan dalam mempengaruhi anggotanya dilakukan dengan cara memberikan motivasi dan kepercayaan. Memberi inspirasi, kehormatan, dan kerjasama yang bersemangat untuk mencapai tujuan bersama.

Pribadi seorang pimpinan (personal leadership) harus memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis yang menganggap dirinya merupakan bagian dGg yari kelompoknya yang selalu berusaha dan bersama-sama dengan anggotanya bertanggung jawab tentang pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga. Pribadi seorang pimpinan menggambarkan kombinasi yang konsisten dari falsafah, keterampilan, sifat dan sikapnya. Pimpinan harus mampu menggunakan gaya kepemimpinan yang berbeda dalam situasi yang berbeda jadi, tidak tergantung pada satu pendekatan untuk semua situasi.

Untuk menciptakan kepemimpinan yang efektif pada situasi dan kondisi tiap anggota yang dipimpinnya perlu diterapkan: Kepemimpinan delegatif, lebih banyak memberikan dukungan dan mendelegasikan tugas dan wewenang kepada bawahan.

Kepemimpinan partisipatif, berpartisipasi aktif dalam mendorong anggota menggunakan kemampuannya secara optimal. Kepemimpinan konsultatif, memberikan bimbingan sehingga kemampuan anggota secara bertahap meningkat. Kepemimpinan instruktif, lebih banyak memberi petunjuk yang spesifik.

 

Karakteristik Kepemimpinan

Seorang pimpinan harus memiliki sifat kepribadian seperti totalitas dalam melaksanakan pekerjaan, tidak pernah menyepelekan suatu pekerjaan sekecil apapun. Selain itu, kecerdasan dan kearifan dalam bertindak, kemauan, menerima tanggung jawab, kompeten dalam melaksanakan tugas, memahami kebutuhan anggotanya, memiliki keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain, memiliki pengaruh dan fleksibilitas. Dan didukung oleh stamina dan fisik yang prima pula.

Seorang pemimpin harus mampu melakukan komunikasi formal dan informal. Komunikasi formal terjadi berdasarkan susunan struktur dalam organisasi itu sendiri. Dalam pelaksanaan sehari-hari, komunikasi informal sangat banyak dan intensif dilakukan guna membangun kebersamaan dan membuat suasana lebih menyenangkan.

Sekaitan dengan hal di atas, SMA Negeri 1 Parlilitan sebagai Organisasi Pendidikan formal yang dalam melaksanakan fungsinya memerlukan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang kuat untuk dapat mewujudkan 8 (delapan) Standar Pendidikan Nasional yang bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Karena fungsi dari Standar Pendidikan Nasional itu sendiri adalah sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan Nasional yang bermutu. Dalam hal ini, pimpinan harus dapat memanfaatkan semua lini yang terorganisair dengan baik secara demokratis dan terintegrasi. Dan harus secara bersama sama memberdayakan semua potensi yang ada, baik potensi akademik profesi guru dan pegawai maupun potensi bakat dan kreatifitas siswa yang semuanya bermuara untuk membentuk karakter yang kuat kepada siswa sebagai bekal dalam meniiti cita citanya di masa depan.

Sebagai realisasi dari pengertian di atas, saya telah banyak melakukan berbagai terobosan dalam melaksanakan tugas sebagai pimpinan di SMA Negeri 1 Parlilitan. Terobosan yang paling utama adalah dengan melakukan komunikasi yang efektif secara kekeluargaan. Dengan bentuk komunikasi tersebut, saya dapat membicarakan hal hal yang sangat mendasar dalam proses pendidikan tersebut.

Selanjutnya, dalam hal merangkul semua warga sekolah saya beranggapan bahwa tidak efektif apabila pimpinan dipandang sebagai sosok yang luar biasa dan ditakuti dari segi birokrasi sehingga saya memakai istilah “pimpinan” bukan kepala atau komandan. Dan juga guru dan pegawai tidak dipandang sebagai bawahan tetapi mitra kerja, demikian pula dengan siswa saya anggap sebagai anak dan keluarga saya sendiri. Hal ini dapat kita lihat dari fakta yang ada antara siswa dan guru, guru dengan pimpinan memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat erat, saling mendukung satu sama lain, baik dalam bentuk formal, bentuk kreatifitas siswa, maupun dalam hal keterbukaan penggunaan anggaran dana BOS. Selain itu, hubungan dan komunikasi dengan orangtua melalui komite sekolah juga saya jalin dengan erat.

Dengan demikian, seluruh warga sekolah dapat merasakan ikut memiliki dan berpartisipasi dalam segala hal. Ini terlihat nyamannya seluruh warga sekolah berada di sekolah setiap hari bahkan sampai sore hari mereka selalu bersama dengan guru untuk melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri. Dengan kata lain, sebelum pemerintah melaksanakan full day school (sekolah satu hari penuh), secara tidak langsung kami telah melaksanakannya.

Bukti nyata dari semua itu, kami telah merubah bentuk sekolah dari segi penataan lingkungan yang dulunya tidak terawat dengan baik kini telah dibangun dengan berbagai sarana seperti penataan taman sekolah yang asri, pengadaan air bersih, pembangunan kamar mandi dan toilet, lapangan olahraga, pembangunan tangga sepanjang 80 meter lengkap dengan kanopi yang menghubungkan bangunan bawah dengan bangunan atas yang memiliki kemiringan 40 derajat, pembangunan gerbang, dan pengadaan lampu taman. Dan yang terahir kami telah membangun sebuah taman baca yang asri bagi siswa sebagai wujud dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS), sehingga kami memetik hasil yang menggembirakan yaitu, SMA Negeri 1 Parlilitan terpilih menjadi juara II dalam “Penataan Lingkungan Sekolah” se-Kabupaten Humbang Hasundutan.

Di samping itu, kami memberdayakan siswa melalui organisasi OSIS yang mandiri dengan bimbingan para pembina dari guru. Mereka sangat antusias melakukan berbagai kegiatan yang seluruhnya terintegrasi untuk pembinaan karakter, mental, politik, dan kreatifitas, sehingga mereka mampu mengaktualisasikan dirinya sebagai siswa yang berkarakter. Hal itu dapat terilhat dari karya mereka yang dapat kita nikmati bersama melalui berbagai kegiatan, misalnya hari Senin melakukan pelaksanaan upacara bendera, Selasa kegiatan kreatifitas seni, Rabu kegiatan english day, Kamis kegiatan literasi sekolah, Jumat kegiatan pembinaan rohani melalui kebaktian yang diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan memberdayakan para guru untuk melayani sebagai pengkotbah di samping sekali sebulan mengundang para rohaniawan untuk menyampaikan firman Tuhan dengan iringan musik band hasil karya siswa sendiri. Dan untuk menyeimbangkan antara kegiatan rutin dan jasmani, kami juga melaksanakan kegiatan olahraga senam setipa hari Sabtu antara siswa dan guru.

Program lain yang tidak kalah menarik adalah kegiatan menjalin hubungan dengan masyarakat melalui kunjungan gereja dengan evangelisasi koor yang dibawakan oleh kelompok paduan suara yang dilaksanakan satu kali dalam satu semester. Di samping kegiatan itu, juga dibina kegiatan bela negara melalui kepramukaan untuk membina kecintaan terhadap tanah air dan bangsa. Sebagai wujud kegiatan tersebut kami melaksanakan kemah pramuka dan napaktilas ke makam pahlawan nasional Raja Sisingamangaraja XII.

Berhubungan dengan kreatifitas juga dilaksanakan Pentas Seni Siswa secara spektakuler dengan tujuan menjalin kebersamaan dengan masyarakat dan orangtua melalui kegiata olah seni. Kegiatan lain yang berhubungan dengan akademik, kami mempersiapkan siswa melalui kegiatan ollimpiade sains (OSN), FLS2N, PORKAB, lomba debat Bahasa Inggris, dll.

Dari hasil semua kegiatan di atas, secara nyata dapat dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa yang masuk di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang favorit. Adalah sebanyak 21 orang siswa yang berhasil masuk pada perguruan tinggi tersebut, dimana 5 (lima) orang diterima melalui jalur SNMPTN, 10 (sepuluh) orang melalui jalur SBMPTN, 1 (satu) orang di Politeknik, dan 5 (lima) orang di UPH dengan beasiswa penuh.

Kemudian, tingginya minat siswa yang masuk di SMA Negeri 1 Parlilitan dari tahun ke tahun meningkat secara signifikan yang biasanya jumlah siswa sekitar empat ratusan kini mencapi 605 orang dan diprediksi akan selalu meningkat ke tahun berikutnya melihat animo masyarakat terhadap sekolah ini.

Namun saya menyadari bahwa saya juga memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, saya berharap dengan dukungan warga sekolah dan masyarakat, secara perlahan dan pasti saya dapat mengatasinya.

Akhir kata, semoga apa yang saya tuliskan ini dapat bermanfaat bagi semua orang.

 

Salam Luar Biasa

“Kami bekerja dengan hati,

Kami bisa karena kami bersama,

Kami berguna karena siswa,

Hidup kami sebagai pendidik maka kami ada,

Karena hidup hanya sekali, setelah itu mati,

maka kami buat hidup kami berarti.”

 

Oleh; Panutur Simorangkir

Penulis adalah Kepala SMAN 1 Parlilitan, Kabupaten Humbahas.

  • Linkedin