Menu

Lima Bersaudara Terlahir Tuna Netra, “Tetap Bahagia Asal Selalu Bersama, Menghibur Diri dengan Alunan Saron”

(Dari kiri ke kanan) Tukiem, Sajimin, Sainem, Tukijah, dan Tukinah.
Muhammad Budi/Radar Madiun
(Dari kiri ke kanan) Tukiem, Sajimin, Sainem, Tukijah, dan Tukinah.

Lima bersaudara Tukiem, Sajimin, Sainem, Tukijah, dan Tukinah, terlahir dengan kondisi kurang sempurna. Indera penglihatan mereka tidak berfungsi normal. Tukiem dan keempat adiknya tetap bisa beraktivitas. Termasuk, menikmati hiburan di televisi.

MIZAN AHSANI, PACITAN

NARASI berita terakhir yang dibacakan presenter salah satu stasiun televisi mengakhiri kebersamaan Tukiem dan empat sudara kandungnya.

Mendengarkan siaran televisi  jadi sarana hiburan sehari – hari bagi Tukiem dan keempat adiknya yang tuna netra.

Mendengarkan siaran televisi  jadi sarana hiburan sehari – hari bagi Tukiem dan keempat adiknya yang tuna netra. (Muhammad Budi/Radar Madiun)

Warga Desa Bodag, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, itu memang selalu mendengarkan siaran televisi bersama keempat adiknya.

Saat ini, kelima penderita tuna netra sedari lahir itu tinggal serumah. Mereka kompak kembali beraktivitas biasa seusai siaran berita berakhir.

‘’Saya terlahir dengan kondisi seperti ini (tuna netra),’’ ujar Tukiem kepada Jawa Pos Radar Pacitan.

Selain Tukiem, empat orang adiknya Sajimin, Sainem, Tukijah, dan Tukinah juga tidak pernah mengetahui seperti apa rupa dunia. Berbeda dengan Saimun (adik Tukinem sebelum si bungsu Tukinah).

Dia terlahir dengan penglihatan normal. Namun sayang, Saimun sudah meninggal di usia muda. Beberapa tahun lalu, Tukinem, menyusul Saimun.

‘’Sekarang tinggal berlima. Kami semua tidak bisa melihat. Tetapi, tetap bisa beraktivitas sehari-hari,’’ katanya.

Tukiem dan keempat adiknya menghabiskan hari dengan kebersamaan. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, sampai menikmati siaran berita.

Mereka tidak pernah jauh dari rumah. Paling jauh, hanya berkunjung ke rumah kerabat yang masih satu dusun. Itu pun, ditemani sang kerabat.

‘’Paling sering ya hanya di rumah. Tidak berani jauh-jauh,’’ terangnya.

  • Linkedin
loading...