Menu

Perlukah Pemerintah Bentuk Tim Khusus Lawan Teroris Siber Wannacry?

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroTabagsel.com – Teroris siber menyerang Indonesia dengan jenis ransomware. Ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer dengan cara mengunci komputer korban, atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali.

Serangan ini semakin luas dan menggangu berbagai fasilitas publik. Lalu apa yang harus dilakukan pemerintah? Tahun ini sebuah jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan bisa memakan banyak korban. Ransomware baru ini disebut Wannacry.

Wannacry ransomware mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut. Saat ini diduga serangan Wannacry sudah memakan banyak korban ke berbagai negara. Oleh karena itu penting untuk melakukan serangkaian tindakan pencegahan dan juga penanganan apabila terjadi insiden.

Pakar IT Security Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) Setiadi Yazid menilai peran Kementerian Komunikasi dan Informatika atau ID-SIRTII dalam hal ini adalah memastikan bahwa setiap situs yang terhubung ke internet sudah memiliki pengamanan yang cukup.

Saat ditanya perlukah pemerintah membentuk tim khusus, menurutnya, hal itu dikembalikan kepada masing-masing perusahaan untuk menangkal virus ini. “Peran pemerintah memastikan bahwa situs yang terhubung ke internet cukup aman serta memberikan awareness dan saran saran untuk mencegah tersebarnya ransomware ini,” tegas Ketua Laboratorium Network, Architecture and High Performance Computing, Fasilkom UI ini kepada JawaPos.com (grup koran ini), Senin (15/5).

Setiadi menambahkan penanganan data perusahaan bisa diserahkan kepada kebijakan perusahaan sendiri. Umumnya setelah melakukan restore dari backup yang ada, pembaruan data yang masih tertinggal bisa dilakukan secara bertahap.
Kemudian, saat ini masih banyak software sistem operasi Windows yang bersifat bajakan, termasuk di perkantoran. Menurut Setiadi, saran yang tepat saat ini untuk mulai menggunakan Linux.

“Bagi yang menggunakan sistem operasi Windows yang bajakan memang tidak akan didukung oleh Microsoft. Mungkin saran yang tepat kali ini adalah untuk mulai menggunakan sistim operasi yang open source seperti Linux,” tegasnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika secara gencar memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menangkal penyebaran virus ini. Salah satunya dengan mengirimkan sosialisasi melalui pesan singkat ke setiap ponsel. Isinya “Antisipasi Ransomware #1 Pengelola TI menonaktifkan LAN/Hotspot #2 Masing-nasibg agar BACKUP DATA ke Storage TERPISAH”. (jpg)

  • Linkedin