Menu

Sengketa Lahan dan Bangunan di Jalan Imam Bonjol, Gugatan Banding Ditolak PT Medan

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroTabagsel.com-Pengadilan Tinggi (PT) Medan menolak upaya banding Hasan Muda Harahap, yang keberatan terhadap putusan Pengadilan Negeri Padangsidimpuan Nomor 04/Pdt.G/2016/PN.Psp yang memenangkan Idarso Harahap dalam gugatan perampasan hak milik tanah dan bangunan ruko UD Daya Mulia yang terletak di Jalan Imam Bonjol Kota Padangsidimpuan.

Kuasa hukum Idarso, Marwan Rangkuti mengatakan, Majelis Hakim PT Medan diketuai Sabar Tarigan Sibero dengan anggota Agustinus Silalahi dan Agusin dalam putusan perkara Nomor 99/PDT/2017/PT.MDN tertanggal 19 Juli 2017 menyatakan, menguatkan putusan PN Padangsidimpuan No. 04/Pdt.G/2016/PN.Psp tertanggal 20 September 2016.
“Pemberitahuan putusan PT Medan itu baru kami terima Jumat (29/9) dari PN Padangsidimpuan,” kata Marwan Rangkuti, di kantornya, komplek ruko Griya Sarina, Jalan Perintis Kemerdekaan, Padangmatinggi, Senin (2/10).

Dijelaskan Marwan, Idarso menggugat Hasan Muda dan istri Emila Febriani ke PN Padangsidimpuan, karena merampas haknya sebagai pemilik sah tanah dan bangunan ruko UD Daya Mulia. Sebab, berdasarkan Surat Wasiat tertanggal 17 Januari 1986 yang turut disetujui dan ditandatangani Hasan Muda Harahap sendiri, tanah dan bangunan objek sengketa itu adalah milik Idarso dari hasil pembagian harta warisan orangtua mereka.

Namun, diduga atas dasar bukti dan keterangan palsu yang diberikan Hasan Muda Harahap bersama istrinya, Badan Pertanahan Negara (BPN) menerbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 467 atas tanah dan bangunan objek perkara tersebut.

Setelah memeriksa seluruh bukti dan mendengarkan keterangan semua pihak, hakim PN Padangsidimpuan menerima gugatan Idarso Harahap terhadap Hasan Muda dan istrinya Emilia.

Tetapi, Hasan dan Mila tidak terima atas putusan itu dan mengajukan banding ke PT Medan. Oleh majelis hakim tinggi, upaya banding itu ditolak dan menguatkan putusan PN Padangsidimpuan No. No. 04/Pdt.G/2016/PN.Psp.

“Secara perdata, majelis hakim PN dan PT telah menyatakan tanah dan ruko UD Daya Mulia itu milik Idarso Harahap. Saat ini kita juga sedang fokus terhadap perkara pidananya,” terang Marwan.

Sebelumnya, kata Marwan, Idarso juga telah melaporkan Hasan dan Emilia ke Polres Padangsidimpuan, sesuai surat laporan No. LP/471/XI/2015/SU/PSP, atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat dengan cara menempatkan keterangan palsu pada data otentik.
Sayangnya Polres Padangsidimpuan tidak penuh menangani laporan tersebut.

Idarso Harahap bersyukur atas putusan hakim PT Medan. Sedangkan terkait laporan pidana yang tersendat, ia meminta Kapolres P.Simpuan, Kapolda Sumut dan Kapolri memberi perhatian serius terhadap tindak pidana yang dilakukan saudara kandungnya tersebut. (yza/osi/mtabag)

  • Linkedin