Menu

Kisruh di Yayasan Peguruan Islam Nurul Ilmi! Terdakwa REW Dituntut 5 Tahun Penjara

Ilustrasi.
INT
Ilustrasi.

MetroTabagsel.com-REW (49), terdakwa dalam kasus dugaan seolah-olah seorang akuntan publik dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 5 tahun penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan, Jalan Kapten Koima, Kota Padangsidimpuan, Senin (25/9) lalu.

Kuasa Hukum dr Badjora Muda Siregar dari kantor hukum BIG dan Partners Medan Baginda Umar Lubis dan Ghazali Marbun mengatakan, sesuai isi salinan tuntutan No Reg.Perkara: PDAM-45 Euh.2/psp/04/2017 yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Asron Harahap disebutkan, terdakwa REW terbukti dengan sah dan meyakinkan menjalankan profesi akuntan publik dan bertindak seolah-olah akuntan publik sebagaimana diatur pada pasal 57 ayat 2 tahun 2011 tentang akuntan publik.

“Selama pemeriksaan di persidangan tidak diperoleh fakta-fakta yang dapat mengecualikan terdakwa REW dari hukuman, baik alasan pembenar maupun pemaaf dan oleh karena itu terdakwa harus dipersalahkan dan bertanggung jawab atas perbuatannya,” ujar Ali Asron, Selasa (26/9).

Selain itu, perbuatan terdakwa REW mengakibatkan dr Badjora menjadi terpidana dalam tuduhan penggelapan dalam jabatan.

“Terdakwa REW juga tidak mengakui terus terang perbuatannya,” terangnya.

Atas dasar itu pula, JPU meminta kepada majelis hakim PN Padangsidimpuan untuk menyatakan terdakwa REW terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang bukan akuntan publik, tetapi menjalankan profesi akuntan publik dan bertindak seolah-olah sebagai akuntan publik, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 57 ayat (2) UU Nomor 5 tahun 2011 tentang akuntan publik.

Menjatuhkan hukuman terhadap REW dengan pidana penjara 5 tahun dan denda 100 juta subider 6 bulan penjara. Menyatakan barang bukti berupa, laporan audit managemen Nomor : 03/LHA/YNI/2012 tanggal 19 Oktober 2012 yang dibuat dan ditandatangani REW asli. Surat Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Nomor : 0006/1/IAPI/2014 berisi tanggapan atas surat pengaduan keberatan adalah asli.

“Menghukum terdakwa REW untuk membayar biaya perkara sebesar Rp5000,” tegasnya.

Usai mendengar tuntutan JPU, Majelis Hakim yang terdiri Hakim Ketua Anggreana ER Sormin dan Hakim Anggota masing-masing Aries Kata Ginting serta Cakra Tona Parhusip menunda sidang pekan depan dengan agenda pledoi (tanggapan terdakwa).

  • Linkedin