Menu

Kasus Penghinaan via SMS, “Polisi: Sudah Tahu Orangnya, Tapi Perlu Ada Fakta Hukum”

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroTabagsel.com, SIDIMPUAN – Kasus penghinaan melalui SMS dari nomor 081224158*** yang mengaku sebagai istri Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal, HPB, terus bergulir. Terbaru, polisi mengaku sudah mengatahui pelakunya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Padangsidimpuan, AKP Zul Hendri, Kamis (15/6) menyebut, pihaknya sudah mengetahui pelaku penghinaan itu, namun diperlukan fakta hukum untuk menjerat pelaku.

Hal itu diungkapkannya tatkala disinggung laporan korban yang menyebut, mantan Kabag Tapem Madina pernah melakukan panggilan suara di mana saat itu juga pelaku melakukan penghinaan yang sama.

“Sebenarnya kita juga sudah tahu pelakunya. Tapi kan, diperlukan fakta hukum, jadi tidak bisa langsung menetapkannya. Harus ada fakta hukum, apalagi ini menggunakan alat, melalui pesan singkat. Tidak secara langsung, kalau diucapkan secara langsungkan, ada saksinya, bisa serta merta fakta hukum di situ,” katanya.

Mengungkit pelaku yang dimaksud AKP Zul, ia malah berharap korban sebagai pelapor secara tegas menyebut siapa pelaku yang diduga mereka tersebut. Sebab dalam bahasa di pelaporannya, hanya nomor telepon selular.

“Mereka kan kalau di luar, dugaan mereka mengarah ke situ (salahsatu istri pejabat utama di Kabupaten Madina). Tapi di laporan dan BAP mereka tidak menyebutnya,” katanya beralasan sulit dan akan memakan waktu yang lama dalam mengungkap kasus ini.

Namun, jika pelaku adalah benar salahsatu istri pejabat utama di Madina itu, Kasat Reskrim malah menyebut akan melibatkan ahli linguistik untuk membuktikan kebenaran logat dan bahasa sesuai dengan dugaan pelakunya.

Merunut pada pengakuan pelapor, BPG Siregar dan istrinya ISML, HPB diduga memiliki hubungan yang dekat dengan pemilik nomor terlapor. Di mana dalam satu  sambungan selular kepada pelapor, pada Kamis (6/4) lalu, HPB bahkan bersama dengan perempuan itu.

“Sekira pukul 13.53 WIB, HPB menelpon suami saya menanyakan isi SMS yang saya kirimkan kepadanya kemudian langsung disahuti oleh perempuan yang suaranya mirip dengan pemilik nomor telepon 081224158*** dan tetap mengaku dia adalah istri HPB dan tetap mengucapkan kalimat makian yang sama dengan isi-isi SMS-nya kepada nomor telepon suami saya,” kata ISML.

Kasus penghinaan itu dilaporkan ke Polres Padangsimpuan sesuai nomor STPL/162/IV/2017/SU/PSP. (san/mt)

  • Linkedin
loading...