Menu

Pelajar Disetubuhi Abang Semarga Hingga Hamil, Dinikahi Demi Keringanan Hukuman

ILustrasi
ILustrasi

Senada disampaikan Hakim Ketua Martua Sagala saat dikonfirmasi sebelum persidangan. Dia mengatakan bahwa hingga saat ini terdakwa yang merupakan warga Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah (Tapteng) ini masih ditahan di Lapas Sibolga. Namun, kemarin, keluarga terdakwa mengajukan izin keluar dari penjara untuk menjalani sidang di Pengadilan Agama agar terdakwa diizinkan berpoligami.

Begitu juga dengan informasi yang dihimpun New Tapanuli dari keluarga korban. Dikatakan, dua minggu lalu korban keluar dari rumahnya tanpa diketahui oleh orangtuanya dan warga sekitar.

Sementara anak hasil hubungannya dengan terdakwa Riswan Ali Amran H ditinggal begitu saja di rumah orangtuanya. Namun, setelah beberapa hari, keluarga terdakwa menginformasikan bahwa Senja ada pada pengawasan mereka.

Terpisah, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, terkait upaya hukum yang dibuat oleh keluarga terdakwa dengan menikahkan anak di bawah umur dengan terdakwa tidak bisa dijadikan hakim untuk meringankan hukuman.

“Kasus ini jelas melibatkan anak di bawah umur yang masih memerlukan perlindungan hukum. Jangan keluarga terdakwa dengan seenaknya melanggar aturan dan norma yang berlaku, apalagi korban merupakan anak di bawah umur.

Kemudian, keduanya masih terikat hubungan satu marga. Sudah jelas tidak ada alasan pernikahannya menjadi sah dan hakim tidak bisa menjadikan hal ini meringankan hukuman terdakwa yang jelas sudah melanggar hukum, yakni Undangh-Undang Perlindungan Anak,“ tegasnya. (mis/ara/msg)

  • Linkedin