Menu

22.500 Ton Garam Diimpor dari Australia

Ilustrasi
Oryza Pasaribu/Metro Tabagsel
Ilustrasi

MetroAsahan.com – Garam impor yang didatangkan Perseroan Terbatas Garam (Persero) dari Australia tiba di Pelabuhan Belawan. Garam itu akan didistribusikan ke berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Di sela-sela bongkar muat di Pelabuhan Belawan, Sabtu (26/8), Sekretaris PT Garam (Persero) Hartono mengatakan garam yang baru tiba itu sebanyak 22.500 ton dan merupakan tahap ketiga yang akan didistribusikan di seluruh Sumatera.

Tahap pertama dimasukan melalui pelabuhan di Banten pada 10 Agustus 2017 sebanyak 25 ribu ton yang diperuntukkn bagi warga Jawa Barat, sebagian wilayah di Jawa Tengah, dan sebagian lagi ke Kalimantan.

Kedatangan garam impor tahap kedua dimasukkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 10 Agustus sebanyak 27.500 ton yang didistribusikan ke Jawa Timur dan sebagian wilayah Jawa Tengah. Komoditas yang didatangkan tersebut adalah garam baku untuk garam konsumsi yang disalurkan melalui berbagai industri kecil dan menengah (IKM) di Tanah Air.

Pelaku usaha IKM tersebut perlu memperhalus garam tersebut sebelum menjualnya ke pasaran, sekaligus melakukan proses “yodisasi” atau pemberian yodium ke garam yang didatangkan dari Australia itu. Menurut Hartono, garam yang diangkut dengan kapal Uni Challege Singapore dengan nomor buritan IMO 9606546 itu didistribusikan bagi IKM yang telah diverifikasi.

Agar tidak salah sasaran, pihaknya meminta data IKM tersebut dari berbagai Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang juga telah diverifikasi terlebih dulu. Dari data yang diterima, garam impor tersebut paling banyak akan didistribusikan di Kota Medan untuk memenuhi kebutuhan dalam proses pengasinan berbagai bahan industri.

Pihaknya juga terus menunggu hasil panen petani garam yang rencananya akan dilakukan pada September yang akan dibeli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kita siap menampung garam dari petani, dananya sudah disiapkan, ” katanya.

Sementara, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut menjamin stok garam di daerah dengan mulai masuknya garam tersebut.

“Pekan ini sudah ada masuk 3.600 ton garam yang dipasok PT Garindo 22.500 ton asal Australia sebagian di antaranya untuk Sumut,” ujar Kepala Disperindag Sumut Alwin di Medan, Minggu (27/8).

Dia mengatakan itu usai meninjau pembongkaran garam asal Australia yang diimpor PT Garam di Pelabuhan Belawan dan meninjau gudang garam tersebut di kawasan Rumah Potong Hewan, Medan Deli. Alwin dan jajarannya langsung meninjau garam yang berada di Kapal Uni Challege Singapore dengan nomor buritan IMO 9606546.

Alwin yang didampingi Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut Misbah dan Kepala UPT Perlindungan Konsumen dan Pengelolaan Standar Medan Disperindag Sumut Perdana Pandia menyebutkan kebutuhan garam daerah itu per tahun sebanyak 28.200 ton.

Kebutuhan itu mengacu pada jumlah penduduk Sumut yang 14,1 juta jiwa dengan kebutuhan per kapita 2 kilogram per tahun.

“Disperindag Sumut terus berkoordinasi dengan semua yang terkait termasuk perusahaan pemasok untuk bisa mengatasi kelangkaan garam yang sempat tejadi pascaketatnya pasokan garam dari Madura,”katanya.

Pasokan ketat dari Madura terjadi karena daerah itu mengàlami gagal panen akibat curah hujan dan kelembaban udara yang tinggi. Sumut sendiri, katanya sudah langsung berkoordinasi dan menginformasikan termasuk ke pemerintah pusat saat mulai terjadi kelangkaan.“Mudah- mudahan kelangkaan garam bisa teratasi di Sumut,” ujar Alwin.

Dengan kelangkaan teratasi, maka harga jual juga bisa ditekan kembali ke angka normal. Akibat langka, harga garam kualitas bagus sempat mencapai Rp8 ribu per kg dari harga normal Rp6 ribu per kg. (int)

  • Linkedin