Menu

Harga Karet Naik Rp500

Petani karet, Mikrat Siregar saat menyadap getah karet miliknya.
ASMAR SIREGAR
Petani karet, Mikrat Siregar saat menyadap getah karet miliknya.

MetroTabagsel.com, PALAS – Petani karet di Kabupaten Padang Lawas sedikit bersemangat menderes dengan membaiknya harga jual getah belakangan ini. Meski,  kenaikan harga sebenarnya masih sedikit dan belum sesuai harapan,  karena hanya naik Rp500 dari minggu sebelumnya.

Sampai kemarin,  harga getah masih bertengger di angka Rp 6000 sampai Rp6500 per kilogram.  Jauh dari harapan petani.  “Mudah-mudahan jadi awal yang baik.  naik terus ke depan, ” kata Asri,  seorang petani karet saat berbincang dengan Metro Tabagsel,  kemarin.

Tentu, dikatakan Asri,   naiknya harga ini membuat petani sedikit tersenyum.  Terlebih,  mereka yang hanya jadi buruh deres,  tentu sangat berharap adanya kenaikan harga.

“Kalau karet kita sendiri,  masih enak.  Ini kan berbagi lagi hasilnya dengan pemiliknya.  Bagian kita lebih kecil, ” tambahnya.
Memang,  sudah sejak bulan puasa lalu,  harga karet terus turun.  Padahal,  sebelumnya, sudah mencapai angka belasan ribu per kilogram. Sekitar dua minggu lalu,  harga karet masih berkisar Rp8 ribu per kilogram.

“Sebenarnya kalau harganya bagus,  lebih enak punya pohon karet dari sawit.  Sebab, Hasilny lumayan,  modal tak banyak, ” kata Iwan,  petani karet yang dijumpai di tempat berbeda.

Sempat diingatkannya, mudahnya petani karet mendapatkan uang ketika harga per kilogram mencapai Rp20 ribu. “Bayangkan saja,  untuk penghasilan 20 kilo itu hanya dideres dua jam.  Sementara,  hasilnya sudah empat ratus ribu, ” ungkapnya mengenang manisnya harga karet waktu itu.

Namun itu, cerita di beberapa tahun lalu. Ia tidak ingat persis lagi.  Hanya,  dikatakannya,  cukup bangga jadi petani karet waktu itu.
“Kalau ini gak tau kita sampai berapa nanti harga puncaknya.  mudah-mudahan sampailah segitu, ” tambahnya lagi. (lay/mt)

  • Linkedin