Menu

Duh, Harga Getah Belum Naik

KARET- Petani sedang mengambil getah karet untuk dijual.
KARET- Petani sedang mengambil getah karet untuk dijual.

MetroTabagsel.com, PALUTA – Memasuki bulan Ramadan, harga getah karet di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) masih rendah. Untuk pekan ini, harga getah masih bertahan di kisaran Rp6 ribu per kilogram.

Minul Siregar (30) petani karet asal Kecamatan Padang Bolak mengatakan, harga getah untuk saat ini masih rendah dan belum berpihak kepada petani.

“Harga getah masih rendah, bertahan di kisaran Rp6 ribu perkilo. Kalau agak kering getahnya bisa dijual Rp7 ribu per kilo,” ucapnya, Sabtu (27/5).

Harga getah yang dinilai masih cukup rendah membuat petani resah. Sebab memasuki bulan Ramadan, harga kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya sudah mulai melonjak.

Hal tersebutlah yang membuat petani resah mengingat kebutuhan pokok akan meningkat di bulan puasa. Untuk itu, ia berharap agar harga getah kembali mengalami kenaikan. Paling tidak harganya sebanding dengan kenaikan harga sembako.

Sementara, Perry Harahap (35) petani karet dari Desa Batang Baruhar, Kecamatan Padang Bolak mengatakan, selama ini, dia dan warga lainnya hanya mengandalkan karet, meski harga jual tidak menentu.

Menurut dia, sebagian besar warga di wilayah Kabupaten Paluta memang menggantungkan hidup dari hasil perkebunan karet. Namun ada juga dari hasil kebun sawit. ‎Jika harga getah tetap rendah seperti saat ini, akan berpengaruh buruk terhadap perekonomian masyarakat.

“Di Paluta ini, kalau tidak bertanam karet ya nanam kelapa sawit. Harga getah dan kelapa sawit tidak pernah memihak petani. Kalau harganya masih rendah seperti ini, sangat fatal bagi perekonomian kita,” ujarnya mengeluh.

Melihat kondisi petani karet saat ini, ia tidak akan meminta banyak hal kepada pemerintah. Dia hanya meminta agar harga komoditi getah segera membaik dengan harapan dapat meningkatkan taraf hidup petani. (ais)

  • Linkedin
loading...