Menu

Produksi Sawit Turun

SAWIT
SAWIT

MetroTabagsel.com, PALAS – Produksi buah sawit saat ini di Kabupaten Padang Lawas mengalami penurunan alias trek habis-habisan. Petani pun mengeluh. Di sisi lain, harga juga tak kunjung membaik, bahkan ikut turun.

Bisa dibayangkan, rata-rata, hasil panen sawit turun di kisaran 20 hingga 50 persen. Sedangkan, harga jual tandan buah segar (TBS) sawit hanya mengalami kenaikan tipis, yakni Rp 20-Rp 30/kg menjadi Rp 1.680/kg.

“Lengkap lah sudah, penderitaan masyarakat Palas yang mayoritas menggantungkan hidup dengan bertani kelapa sawit ini,” keluh Alamsyah, petani sawit asal Hutaraja Tinggi.

Di sisi lain, pemupukan sawit juga sudah dibutuhkan. Yang mengironikan lagi, pupuk subsidi susah didapatkan. “Sulit dapat pupuk subsidi sekarang. Beda dengan BBM subsidi dan gas subsidi, masih gampang didapat,” tambah Alamsyah.
Dalam kesempatan berbeda, seorang pengecer/kios pupuk bersubsudi di Kecamatan Huragi, yang tidak ingin namanya ditulis menyebutkan, pihak kios pengecer juga heran dengan pasokan pupuk bersubsidi yang dibatasi pasokannya. Yaitu, hanya 4 ton sekali tebus, Itupun tidak rutin setiap bulan.

“Jika Januari yang lalu ada arahan penebusan 4 ton, untuk masing-masing jenis pupuk, maka pada Februari dan Maret tidak ada lagi penebusan. Penebusan baru ada di bulan April yang lalu, itupun sama jumlahnya, hanya 4 ton dan hanya satu jenis pupuk subsidi. Jenis pupuk subsidi lain tidak boleh,” kata pedagang pengecer pupuk bersubsidi tersebut.
Menurutnya, sulit bagi masyarakat Huragi meningkatkan ekonomi keluarga jika kondisi seperti ini berlangsung. Kebun sawit tidak produktif, sementara pupuk sulit didapat.

“Padahal, saat ini memang sudah waktunya memupuk lahan sawit. Tapi, stok pupuk subsidi di tempat kami ini sudah habis. Petani belum mampu membeli pupuk nonsubsidi karena harganya masih cukup mahal. Solusinya, ya berikanlah tambahan stok tebusan kepada kami (pengecer/kios-red), setidaknya 8 ton per bulan untuk masing-masing jenis pupuk subsidi,” pungkasnya. (lay/mt)

  • Linkedin
loading...