Menu

Kebutuhan Daging Ayam Lebih Tinggi

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroTabagsel.com, TAPSEL – Kebutuhan daging ayam bagi masyarakat Tapsel, ternyata jauh lebih tinggi dibanding sapi.Hal itu sesuai dengan catatan yang ada pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapsel. Dimana, setiap bulannya masyarakat membutuhkan sekitar 94 ton lebih daging ayam.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan daerah Partahian Ritonga melalui Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Tua Ali Saib mengatakan, kebutuhan daging ayam tersebut tercatat hingga April 2017. Dimana, angka kebutuhan daging ayam masih sangat jauh dibanding hasil produksi daging ayam ras yang hanya sekitar 11 ton.

“Untuk menutupi kekurangan pasokan daging ayam ras sekitar 80 ton lebih dari luar daerah,” sebutnya.

Sedangkan kebutuhan daging sapi per bulannya hanya sekitar 59 ton. Dan angka ini juga lebih jauh tinggi jika dibanding hasil produksi yang hanya sekitar 10 ton.

“Untuk menutupi kebutuhan daging sapi sekitar 49 ton, daerah ini terpaksa memasok dari luar daerah,” jelasnya.
Selain daging ayam dan sapi, masyarakat juga membutuhkan telur ayam. Dimana, setiap bulannya membutuhkan sekitar 102 ribu butir.

“Khusus telur didatangkan dari luar daerah,” katanya.

Harga daging sapi di seluruh pasar tradisional saat ini mencapai Rp130 ribu per kilogram. Sedangkan daging ayam ras Rp35 ribu per kilogram dan telur ayam Rp20 ribu per kilogram.

Masyarakat berharap agar pemkab mengantisipasi pasokan daging ayam, sapi maupun telur dan lainnya. Sebab, menjelang puasa dan lebaran, kebutuhan akan meningkat.  (ran/mt)

  • Linkedin
loading...